kumparan
9 November 2019 13:40

Fakhri Husaini Sindir Aksi Suporter Boikot Timnas

PTR, Timnas Indonesia U-19, Hong Kong, AFC U-19
Selebrasi pemain Timnas U-19 Indonesia usai mencetak gol ke gawang Timnas U-19 Hong Kong di Stadion Madya GBK, Jakarta, Jumat (8/11). Foto: Helmi Afandi/kumparan
Timnas U-19 Indonesia tengah memimpin klasemen Grup K Kualifikasi Piala Asia U-19 2020. Skuat Garuda Muda berhasil meraih enam poin dalam dua laga.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, dua hasil sempurna itu ternoda lantaran Sutan Diego Zico dan kolega minim dukungan di stadion. Aksi suporter yang memboikot setiap laga Timnas disinyalir berandil terhadap sepinya stadion saat Kualifikasi Piala Asia U-19.
Kelompok suporter Timnas enggan mendukung tim Merah-Putih karena kecewa dengan keputusan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI dan hasil timnas senior di Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Boikot juga merupakan bentuk protes suporter yang menuntut perbaikan di tubuh federasi, memberantas mafia bola, membenahi jadwal liga, dan menegakkan aturan.
Timnas Indonesia U-19, timnas Iran U-19
Pelatih kepala Timnas U-19, Fakhri Husaini. Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Hanya, aksi boikot tak mendukung timnas ditanggapi serius oleh Fakhri Husaini—pelatih Timnas U-19. Menurutnya, tak seharusnya protes kekecewaan suporter harus mengorbankan Timnas kelompok umur.
“Ini mereka masih anak-anak dan masih butuh dukungan penonton. Mereka tidak ada salah apa-apa. Saya tidak masalah ada atau tidak ada penonton. Semangat bermain Timnas tak akan berkurang meski tidak ada satu pun penonton,” jelas Fakhri.
ADVERTISEMENT
Menilik kondisi itu, Fakhri pun mencibir dan menyindir bahwa aksi boikot tersebut salah sasaran.
“Ada perbedaan yang jelas antara mencintai sepak bola dan PSSI. Ada reaksi terhadap federasi, tetapi memboikot ke Timnas, saya tidak tahu logika mereka di mana. Toh, yang memboikot juga ikut menikmati kemenangan kami (Timnas U-19),” kata Fakhri.
Timnas Indonesia U-19, Hong Kong, AFC U-19
Selebrasi pemain Timnas U-19 usai mencetak gol ke gawang Hong Kong di Stadion Madya GBK, Jakarta, Jumat (8/11). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Selain Timnas U-19 yang terkena dampak boikot, Timnas senior dan Timnas U-23 bukan tidak mungkin akan menjadi sasaran. Timnas senior akan bertandang melawan Malaysia pada 19 November 2019 untuk melakoni Kualifikasi Piala Dunia 2022. Sementara Timnas U-23 akan tampil di Filipina untuk berjuang merebut emas SEA Games 2019.
Artinya, bisa saja dua gelaran itu akan minim dukungan suporter meski dihelat di luar Indonesia. Aksi boikot tersebut juga mendapat perhatian Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.
ADVERTISEMENT
Ditemui terpisah, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu berharap dukungan suporter mengalir untuk Timnas senior dan Timnas U-23. Khusus Timnas senior, Iwan Bule berjanji bahwa pendukung Indonesia akan aman selama berada di Malaysia.
Keamanan suporter Indonesia memang menjadi perhatian. Pasalnya, dikhawatirkan akan ada aksi balasan mengingat suporter skuat Garuda rusuh saat Indonesia bertemu Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno pada 5 September lalu.
“Jangan begitu [boikot Timnas], dong. Timnas ‘kan orang Indonesia juga. Lebih baik kasih semangat Timnas. Sudah susah payah melatih pemain untuk berjuang mencapai target," kata Iwan Bule di Hotel Sultan.
"Insya Allah aman. Kami akan mencoba komunikasi dengan pihak Malaysia. Suporter kita di Malaysia juga cukup banyak. Mudah-mudahan tidak ada masalah,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
*** Matchday ketiga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 antara Timnas U-19 Indonesia dan Timnas U-19 Korea Utara akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Minggu (10/11/2019). Sepak mula berlangsung pada 19.00 WIB.