Kumparan Logo

Kisah Mike Dean Wasit Inggris yang Kontroversial: Rumah Diancam Bom

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mike Dean degradasi ke Divisi Championship Foto: Toby Melville/ Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Mike Dean degradasi ke Divisi Championship Foto: Toby Melville/ Reuters

Menjadi seorang wasit bukanlah perkara mudah. Bila salah mengambil keputusan, bisa-bisa berakibat fatal terhadap kehidupan di luar lapangan. Seperti yang dialami Mike Dean, wasit asal Inggris itu pernah memperoleh ancaman mengerikan sesaat setelah memimpin pertandingan.

Dean bercerita, ancaman tersebut bermula manakala dirinya memimpin pertandingan Fulham vs West Ham United di Liga Inggris musim 2020/21. Kebetulan, di laga tersebut Dean mengeluarkan kartu merah terhadap salah satu pemain West Ham, Tomas Soucek.

Pria berusia 53 tahun itu beralasan, Soucek telah melakukan gerakan yang membahayakan pemain lawan. Dean melihat Soucek menyikut penyerang Fulham, Aleksandar Mitrovic, ketika West Ham memperoleh tendangan bebas menjelang akhir pertandingan.

X post embed

Keputusan Dean juga bisa dibilang cukup adil. Pasalnya, saat itu dirinya menggunakan Video Assistant Referee (VAR) sebelum benar-benar menghadiahi kartu merah terhadap Soucek di menit 90+7.

Namun, tindakan tersebut justru menjadi bumerang bagi Dean di kemudian hari. Ia mendapatkan teror serta ancaman dari ‘oknum’ fan West Ham atas kartu merah yang diberikan kepada Soucek.

Wasit Liga Inggris, Mike Dean. Foto: Adrian Dennis/AFP

“Putri saya mendapat ancaman pembunuhan,” cerita Dean usai memimpin laga Fulham vs West Ham seperti dikutip dari BBC International.

"Mereka mengatakan bahwa mereka tahu di mana tempat kami tinggal dan mereka akan mengebom rumah kami dengan bensin. Itu sangat mengerikan.”

“Alhasil, saya pun memberi tahu pihak Liga Premier; mereka melibatkan polisi. Setelah itu, saya membuat laporan kepada pihak berwajib ketika mereka datang,” tambah Dean.

Walau sudah melibatkan pihak kepolisian, tetapi Dean mengungkap kehidupannya di luar sepak bola menjadi tidak aman. Dean juga mengaku keluarganya mengalami trauma berat atas ancaman tersebut.

Ia bahkan mengatakan trauma yang dialami keluarganya terjadi selama berminggu-minggu pasca kejadian teror tersebut. Sehingga, Dean akhirnya mencoba berdamai dengan Soucek dan merepresentasikan hubungan baik agar kejadian serupa tidak berulang.

Wasit Liga Inggris, Mike Dean. Foto: Glyn Kirk/AFP

“Keluarga saya terkena dampak yang sangat buruk selama beberapa minggu. Saya juga memutuskan untuk rehat sejenak sebagai pengadil lapangan untuk menjernihkan pikiran,” ungkap Dean.

“Usai melakukan rehat, saya kembali mendapatkan kesempatan memimpin laga West Ham empat minggu kemudian. Meski terkejut, tetapi saya memanfaatkan momentum itu untuk meminta maaf kepada Soucek dan kami resmi berdamai saat itu juga,” pungkas Dean.

Terlepas dari cerita di atas, Dean memang dikenal sebagai wasit yang kontroversial. Ia kerap mengambil keputusan yang dirasa merugikan salah satu pihak.

Walau begitu, Dean memiliki karier yang cemerlang sebagai seorang pengadil lapangan. Ia tercatat sudah mengabdi selama 22 tahun di Liga Inggris sejak tahun 2000 silam.

Benarkah Dean adalah pendukung Tottenham? Foto: Ian Walton/Getty Images

Sejauh ini, ia telah memimpin laga sebanyak 553 pertandingan liga, jumlah terbanyak dibandingkan dengan rekan-rekan seprofesi Dean saat ini.

Kendati demikian, Dean telah memutuskan untuk pensiun pada akhir musim nanti. Ia merasa masa baktinya sebagai wasit utama sudah cukup sampai di sini.

Namun, Dean tidak sepenuhnya meninggalkan dunia sepak bola. Pasalnya, ia tengah dalam proses pembicaraan dengan Komisi Wasit Liga Inggris untuk melanjutkan kariernya sebagai salah satu dari hanya dua ofisial Video Assistant Referee (VAR) penuh waktu.