Kumparan Logo

Persebaya Tolak Liga 1 Dilanjutkan

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Azrul Ananda, CEO DBL Indonesia bersama jajaran sponsor dalam peluncuran DBL 2019 di FX Sudirman, Jakarta. Selasa (23/7/2019). Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Azrul Ananda, CEO DBL Indonesia bersama jajaran sponsor dalam peluncuran DBL 2019 di FX Sudirman, Jakarta. Selasa (23/7/2019). Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan

Persebaya Surabaya mengambil sikap terkait masa depan mereka di kompetisi Liga 1 2020. Manajemen tim beralias Bajul Ijo itu menolak melanjutkan kompetisi.

''Persebaya Surabaya menghormati keputusan PSSI terkait kelanjutan kompetisi. Hanya saja, di tengah situasi pandemi COVID-19 sekarang ini, Persebaya mau tidak mau harus menyatakan sikap tidak setuju untuk dilanjutkan,'' kata Presiden Persebaya, Azrul Ananda, di situs resmi klub, Rabu (1/7/2020).

''Mengingat, sampai saat ini, selama 3 bulan kompetisi terhenti, PSSI belum memberikan panduan teknis yang jelas dan detail pada klub apabila kompetisi dilanjutkan. Padahal ini sangat diperlukan untuk memberi kepastian kepada semua stakeholder sepak bola,'' dia melanjutkan.

Pemain Persebaya Surabaya berjajar sebelum melawan Persik Kediri pada pembukaan Liga 1 Indonesia 2020 di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

PSSI punya sejumlah alasan untuk melanjutkan kompetisi. Setidaknya ada delapan poin yang sudah mereka kemukakan lewat Surat Keputusan PSSI No. SKEP/53/VI/2020 pada 22 Juni 2020.

kumparan post embed

Beberapa di antaranya, kepentingan Timnas Indonesia, kembali menggeliatkan ekonomi, dan beradaptasi dengan normal baru sesuai instruksi pemerintah.

Persebaya masih dengan sikap mereka. Bahkan mereka sudah jauh-jauh hari menolak kompetisi Liga 1 musim ini dilanjutkan. Alasannya jelas: Kesehatan dan keselamatan guna terhindar dari paparan virus corona.

embed from external kumparan

Alasan lain, melanjutkan kompetisi juga berisiko menambah beban pada klub. Terlebih, saat ini, pemerintah dan seluruh elemen bangsa fokus pada melawan pandemi COVID-19 mengingat belum ada tanda-tanda pandemi ini kapan akan berakhir.

''Situasi di Surabaya, jumlah pertambahan pasien dan kematian, tertinggi di Indonesia. Hal yang sama juga terjadi di kawasan Surabaya Raya (Sidoarjo dan Gresik). Dalam situasi ini, sangat berisiko ada aktivitas sepak bola di semua tingkatan,'' kata Azrul.

Merujuk data terbaru pemerintah per 30 Juni 2020, pertumbuhan pasien COVID-19 di Jawa Timur, yang merupakan basis Persebaya, terdeteksi positif corona sudah mencapai 12.118 orang. Sejauh ini, Jawa Timur juga menduduki provinsi tertinggi di Indonesia yang terdampak COVID-19.

---

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona!