Kumparan Logo

Resmi: Rob Green Jadi Kiper Ketiga Chelsea

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Robert Green saat diperkenalkan sebagai penggawa Chelsea. (Foto: Dok. Chelsea FC)
zoom-in-whitePerbesar
Robert Green saat diperkenalkan sebagai penggawa Chelsea. (Foto: Dok. Chelsea FC)

Di usia yang telah mencapai 38 tahun, Robert Green belum mau membicarakan pensiun. Semangatnya memang menunjukkan rasa cinta yang teramat tinggi pada sepak bola, tapi di sisi lain, ia harusnya sadar terhadap risiko untuk menjadi pelapis yang lebih muda.

Risiko tersebut secara sadar diterima oleh akal sehat Green. Semusim belakangan, ia hanya mendapatkan satu kesempatan untuk berada di atas lapangan. Padahal, dalam satu musim terakhir, ia bermain untuk dua kesebelasan, Leeds United dan Huddersfield Town.

Usia memang menjadi masalah Green saat ini. Memasuki kepala tiga, ia tak lagi punya reflek yang cepat. Pun dengan kemampuan yang melibatkan kecepatan, seperti beradu lari dengan pemain lawan atau saat memperebutkan bola di udara.

Di masa lalu, kecepatan memang amat lekat dengan Green. Sejak memulai karier bersama Norwich City pada 1998 dan didatangkan oleh West Ham United, enam tahun berselang, ia menjadi pilihan karena punya reflek dan kecepatan di atas rata-rata kiper lain.

Menapaki usia yang lebih tua ternyata tidak menyurutkan semangat Green. Kamis (26/7/2018) waktu setempat, ia bahkan resmi menandatangani kontrak dengan Chelsea usai tak diperpanjang oleh Huddersfield.

Dasar nasib, bergabung dengan Chelsea tidak membuatnya mendapatkan banyak apresiasi. Pasalnya, ia diyakini hanya akan menjadi pilihan ketiga Maurizio Sarri, setelah Thibaut Courtois dan Willy Caballero.

Jika kiper utama saja sudah mengalami kehidupan yang sunyi, tidak ada yang lebih sepi lagi daripada menjadi kiper cadangan atau kiper ketiga.

Dalam konferensi pers pertama yang dilakoni Green sebagai penggawa Chelsea, hal tersebut tidak lantas membuatnya sedih. Di sana, ia menyebutkan bahwa bergabung Chelsea tak diikuti dengan ambisi yang muluk.

embed from external kumparan

“Ini adalah 24 jam membahagiakan. Ketika Anda berpikir soal karier dan ke mana akan berlabuh, lalu mendapatkan telepon dari klub seperti Chelsea, satu-satunya hal yang akan Anda lakukan adalah sedikit berbicara,” jelas Green.

“Melakukan negosiasi dengan Chelsea adalah momen paling dramatis dalam karier saya. Saya begitu senang dan merasa mendapatkan kehormatan yang begitu luar biasa saat diberi kepercayaan bermain di sini,” imbuh Green.

Chelsea tercatat sebagai klub big six Inggris yang rutin mendatangkan kiper dengan usia 30 ke atas sejak 2000-an. Uniknya, beberapa dari mereka beralih profesi sebagai pelatih kiper usai mengakhiri karier dari The Blues. Apakah hal tersebut nantinya berlaku pada Green?