Kumparan Logo

Roman Abramovich Mundur Imbas Konflik Rusia-Ukraina, Chelsea Bakal Miskin?

kumparanBOLAverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemilik Chelsea, Roman Abramovich. Foto: Reuters / Dylan Martinez Livepic
zoom-in-whitePerbesar
Pemilik Chelsea, Roman Abramovich. Foto: Reuters / Dylan Martinez Livepic

Teka-teki nasib Chelsea terjawab usai miliarder Rusia sekaligus bos klub, Roman Abramovich, mundur imbas konflik Rusia-Ukraina. Hal itu resmi diumumkan pada Minggu (27/2) dini hari WIB.

''Selama hampir 20 tahun kepemilikan saya di Chelsea FC, saya selalu memandang peran saya sebagai penjaga klub yang tugasnya adalah memastikan bahwa kita sukses seperti yang kita bisa hari ini, serta membangun untuk masa depan, sementara juga memainkan peran positif,'' kata Roman Abramovich, dikutip dari laman resmi Chelsea.

''Saya selalu mengambil keputusan dengan kepentingan terbaik klub. Saya tetap berkomitmen pada nilai-nilai ini. Itulah sebabnya saya hari ini memberikan wali amanat ke yayasan amal Chelsea untuk kepengurusan dan perawatan Chelsea FC,'' lanjutnya.

Lantas, apakah mundurnya Roman Abramovich akan berdampak besar pada situasi finansial The Blues saat ini dan di masa yang akan datang?

Gelandang Chelsea asal Prancis N'Golo Kante (tengah) mengangkat trofi usai memenangi laga final Liga Champions (29/5). Foto: David Ramos / POOL / AFP

Goal International melansir, kehadiran Abramovich sejak 2003 telah membawa Chelsea keluar dari kerugian besar klub. Mereka pun perlahan matang menjadi klub super yang solid setelah 19 tahun kepemilikan miliarder Rusia tersebut.

Secara keseluruhan, Roman Abramovich telah menyumbangkan lebih dari USD 2 miliar atau setara Rp 28,7 triliun dari kekayaan pribadinya untuk menopang Chelsea selama hampir dua dekade.

"Muncul spekulasi bahwa Chelsea harus mengembalikan sejumlah uang tersebut kepada Abramovich, tapi sumber mengatakan bahwa utang tersebut tidak akan dilunasi dalam waktu dekat," tulis laporan tersebut.

Roman Abramovich Jamu Presiden Israel di Stamford Bridge. Foto: Kobi Gideon/Israel Government Press Office via AP

Pemerintah Inggris memang vokal dengan gagasan menghukum sekelompok warga negara Rusia yang sangat kaya demi menekan Presiden Vladimir Putin setelah tindakan agresi militernya terhadap Ukraina, itu termasuk Abramovich.

Melucuti Abramovich dari kepemilikannya atas Chelsea, bersama dengan properti senilai USD 202 juta (Rp 2,9 triliun) adalah opsi yang tetap terbuka dan di luar kendalinya. Namun, Abramovich tampaknya tak akan menjual kepemilikan Chelsea dalam waktu dekat.

Di lain sisi, Chelsea masih memiliki anggaran dan arus kas dari hak siar TV, sponsor, penjualan pemain, dan pendapatan hari pertandingan sehingga mereka masih tetap bisa beroperasi. Ini juga memungkinkan mereka untuk melakukan sejumlah bisnis di bursa transfer.

Namun, Abramovich sering terlibat dalam transaksi transfer, seperti saat kedatangan Kai Havertz dan Romelu Lukaku. Jadi untuk sekarang, perannya tampaknya akan berkurang.

Meski belum diketahui apa efeknya pada bisnis klub di musim panas nanti, Chelsea dianggap masih mampu beroperasi tanpa keterlibatan langsung Abramovich. Klub asal London Barat ini mungkin tak akan langsung 'miskin' atau mengalami penurunan finansial drastis dalam waktu kilat.

embed from external kumparan

Terlepas dari itu, situasi ini jelas membuat pasukan Thomas Tuchel khawatir soal nasib Chelsea. Ditambah, pengumuman mundurnya Roman Abramovich dibuat beberapa jam sebelum laga final Piala Liga Inggris kontra Liverpool. Ini dikhawatirkan memengaruhi mental tim.