Saat Para Mantan Pelatih Liverpool Jadi Penentu Juara Premier League

4 Mei 2019 15:23 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Rafael Benitez Foto: REUTERS/Scott Heppell
zoom-in-whitePerbesar
Rafael Benitez Foto: REUTERS/Scott Heppell
ADVERTISEMENT
Pekan 37 jadi plot penting dalam penentuan takhta juara Premier League 2018/19. Andai Liverpool gagal memetik kemenangan atas Newcastle United sementara Manchester City sukses menumpas Leicester City, maka The Citizens berhak menyandang mahkota juara untuk keenam kalinya sepanjang sejarah klub.
ADVERTISEMENT
Dalam situasi demikian, Liverpool-lah yang berada dalam kondisi tak mengenakan. Tekanan untuk menang makin besar, belum soal kebugaran karena baru saja berjibaku melawan Barcelona di leg pertama semifinal Liga Champions tiga hari silam.
Liverpool kala bersua Manchester City di perempat final Liga Champions musim 2017/18. Foto: Getty Images/Laurence Griffiths
Namun, jangan salah. Justru Liverpool bakal diuntungkan dan City layak untuk waswas dalam gameweek kali ini. Adalah eksistensi mantan arsitek The Reds yang jadi alasannya.
Begini, Newcastle yang bakal menghadapi Liverpool, kini dilatih oleh Rafael Benitez. Ya, arsitek yang sukses menghadirkan 'Si Kuping Besar' terakhir untuk Liverpool. Sementara Leicester kini dinaungi Brendan Rodgers, juru taktik yang pernah tiga musim membesut Liverpool.
Jika mengacu pada romansa mantan, Benitez bisa saja 'memberikan' kemenangan kepada Liverpool. Sementara Rodgers bakal berusaha mati-matian untuk memimpin Jamie Vardy cs. menjungkalkan City.
ADVERTISEMENT
Pep Guardiola mengaku tak bisa membayangkan seandainya Newcastle 'main mata' dalam laga yang dihelat di St James' Park pada Minggu (5/5/2019).
"Brendan dan Rafa (Benitez) berada di pihak Liverpool, tetapi mereka sama-sama menginginkan menang. Saya tidak bisa membayangkan mereka tidak ingin memenangi pertandingan, saya tidak ragu para pemain dan manajer ingin menang," kata Guardiola dilansir ESPN.
Pelatih Newcastle United, Rafael Benitez berdebat dengan pemainnya, Isaac Hayden. Foto: Reuters/Paul Childs
Sementara itu, Benitez menampik bila timnya bakal membiarkan Liverpool pulang dengan raihan tiga angka. Eks pelatih Chelsea itu menegaskan bila dia dan timnya akan tetap profesional, berusaha mendulang kemenangan untuk publik St James' Park.
"Saya sudah menjelaskan dalam wawancara (minggu lalu)--kami profesional dan tetap melakukan pekerjaan kami," kata Benitez.
"Kami memiliki 52.000 (penggemar) di stadion dan ini adalah pertandingan kandang terakhir musim ini. Semua orang mengerti kami profesional--kami ingin memenangi pertandingan demi para suporter."
ADVERTISEMENT
Besar potensi Newcastle untuk mengganjal Liverpool. Bukan cuma berbekal catatan tak terkalahkan dalam tiga laga terakhir, The Magpies juga tak pernah keok dari Liverpool di kandang sejak 2013 silam. Bahkan, mereka sempat dua kali memukul The Reds, sementara dua laga sisanya berakhir sama kuat.
Manajer Celtic, Brendan Rodgers. Foto: Reuters/Russel Cheyne
Beralih ke Rodgers yang blakblakan mengatakan bakal menjungkalkan City. Namun, ia menegaskan bahwa itu demi Leicester, bukan untuk mantan timnya.
"Saya dipekerjakan oleh Leicester. Fokus saya adalah Leicester City. Kami harus berkonsentrasi pada performa kami untuk mendapatkan hasil yang bagus dalam tiga pertandingan terakhir ini," tegas Rodgers.
Sebagaimana Newcastle yang berpotensi menaklukkan Liverpool, Leicester juga punya potensi menjungkalkan City. Pada pertemuan pertama Desember lalu, The Foxes sukses menumbangkan Sergio Aguero dan kawan-kawan 2-1.
ADVERTISEMENT