Fran Kirby Keluhkan Tuntutan Penonton ke Pesepak Bola: Pemain Bukan Robot!
·waktu baca 3 menit

Penyerang Chelsea sekaligus Timnas Sepak Bola Wanita Inggris, Fran Kirby, beberapa waktu lalu secara terbuka menjelaskan permasalahan body shaming yang kerap menimpa dirinya.
Dalam video dokumenter yang diunggah Chelsea dalam akun resmi YouTube-nya, Kirby menyatakan bahwa ia kerap dihina gendut oleh banyak akun troll.
“Fran, mengapa kamu memakai jaket?” tanya seseorang di belakang kamera.
“Karena aku dipanggil gendut terus, jadi aku harus menutupinya (dengan jaket),” kata Kirby.
Kini, dua bulan setelah video dokumenter Chelsea itu terbit, Fran Kirby menjelaskan lebih jauh soal apa yang ia hadapi soal persepsi tubuh ideal sebagai seorang atlet. Ia menilai, banyak orang melihat seorang atlet sebagai figur robotik dan tak peduli dengan tantangan yang mereka hadapi di level personal.
“Sungguh penting untuk menekankan ini. Tentu saja, kami adalah atlet profesional. Kami juga harus fit untuk tampil baik dalam olahraga kami,” ujar Kirby kepada BBC, Rabu (10/1) malam WIB.
“Namun,” katanya, “yang juga harus diingat adalah bahwa bentuk tubuh tidak menentukan seberapa fit seseorang. Banyak orang melihat atlet sebagai robot.”
Persepsi keharusan tampil sempurna ini menjadi perbincangan dalam lingkaran kecil Kirby dan rekan-rekan sesama pemainnya. Menurut mereka, ini adalah problem serius, meski sebenarnya tidak terbatas pada sepak bola wanita. “Ini lebih besar dari itu,” ujarnya.
Sosok Kirby memang tidak terlalu tinggi. Ia cuma 157 sentimeter. Tubuhnya juga terlihat lumayan gempal. Namun apalah artinya itu semua jika ia selalu memperlihatkan hasil luar biasa di lapangan.
Kirby telah membela Chelsea sejak 2015. Di liga, ia telah bermain 101 kali dan mencetak 61 gol. Tapi, apabila ditotal dengan kompetisi lain, Kirby tercatat telah mencetak 104 gol dalam 9 musimnya bersama Chelsea, membuatnya pemegang rekor pencetak gol terbanyak Chelsea Women sepanjang masa.
Terlebih, pada 2020, ia didiagnosa mengalami gangguan jantung berupa percarditis. Ia berhasil pulih, setelah ahli jantung menyebut bahwa penyakit tersebut bisa menghentikan kariernya.
Kirby kemudian mengalami cedera lutut berat pada akhir 2022, yang membuatnya tak bisa tampil di Piala Dunia Wanita 2023.
Kirby bilang, pemain tak akan bisa langsung pulih dan kembali ke bentuk tubuh terbaiknya usai sembuh dari cedera secara serta-merta.
“Cukup berat mengingat kondisi jantungku itu. Aku jadi nambah berat badan karena emang enggak bisa ngapa-ngapain,” ujar Kirby.
“Kan enggak bisa baru seminggu latihan, kamu langsung fit lagi dan tubuhnya balik kayak dulu. Berat sekali baca komentar-komentar (jahat) orang,” akunya.
Tapi toh, Kirby terus bangkit. Musim ini, Kirby telah tampil 16 kali bersama Chelsea di semua kompetisi dan mencetak 3 gol.
“Kurasa penting buat orang-orang sadar bahwa kalau kamu fit dan bermain di level tertinggi plus tampil bagus, bentuk tubuhmu enggak perlu jadi bahan perbincangan,” tutupnya.
