Marta Award: Akhirnya Sepak Bola Wanita Punya Puskas Award-nya Sendiri
·waktu baca 3 menit

Berkali-kali diserukan, bertahun-tahun diingatkan, FIFA tak banyak menggubris betapa penghargaan kepada pesepak bola wanita, yang mereka gaung-gaungkan memiliki hak yang setara dengan pesepak bola laki-laki, masih jauh dari kata optimal.
Dari jumlah hadiah hingga kondisi bekerja, pesepak bola wanita hanya dapat remah-remah kelas dua. Jumlahnya selalu lebih kecil, fasilitasnya selalu lebih buruk; baik absolut maupun bicara secara relatif.
Namun, zaman berubah dan popularitas sepak bola wanita yang terus meningkat memaksa pejabat-pejabat normatif dan kebanyakan dalih untuk perlahan-lahan berubah juga. Satu per satu keadaan diperbaiki.
Belum optimal, tentu saja, mengingat sepak bola wanita memang tertinggal (atau dipaksa tertinggal?) puluhan tahun dari sepak bola pria, tapi perubahannya sudah kentara. Salah satunya adalah datangnya penghargaan Marta Award, yang mulai 2025 akan diberikan pada gol terbaik dari seluruh dunia setiap tahunnya.
Ya, Marta Award setara dengan Puskas Award, penghargaan gol terbaik di sepak bola laki-laki yang sudah ada sejak 2009—15 tahun yang lalu.
Marta memang pantas mendapatkan penghargaan tersebut. Oke, timnya, Brasil, memang selalu gagal di partai puncak. Menjadi runner up di Piala Dunia Wanita 2007 serta Olimpiade 2004 dan 2008 tentu saja bukan catatan yang mentereng. Tapi, secara individual, Sang Ratu hampir tak punya padanan di sepak bola wanita.
Cuma Marta yang pernah dipilih menjadi The Best FIFA Women's Player sebanyak 6 kali. Ia meraihnya pada 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, dan 2018.
Selain itu, di Piala Dunia Wanita, Marta juga selalu gemilang. Ia ikut serta dalam 6 Piala Dunia Wanita, mencetak 17 gol dari 23 pertandingan yang ia jalani. Catatan ini luar biasa dan jadi rekor baik di sepak bola wanita maupun pria.
Miroslav Klose, pemegang rekor Piala Dunia Pria, cuma mencetak 16 gol dan telah pensiun. Cuma Lionel Messi (13) dan Kylian Mbappe (12) yang kini berpeluang melewati rekor Marta.
“Tentu saja rekor ini membuatku senang,” kata Marta kepada FIFA.
“Tapi rekor ini merepresentasikan Brasil sebagai sebuah bangsa. Bukan Marta, tapi kami semua. Ini adalah kehormatan yang besar bisa meraih rekor ini.”
“Tentu begitu sulit untuk sampai di panggung ini. Aku telah memenangkan penghargaan ini (The Best FIFA Women’s Player) sebanyak 6 kali, tapi ini memang lebih spesial, membuatku sulit berkata-kata,” katanya usai penyerahan penghargaannya, dikutip dari Forbes.
Kini, di usianya yang hampir mencapai 38 tahun, Marta masih aktif bermain untuk Orlando Pride dan Timnas Wanita Brasil. Meski begitu, Marta sendiri bilang kalau Piala Dunia Wanita 2023 kemarin adalah yang terakhir baginya.
“Tidak akan ada lagi Piala Dunia buat Marta,” katanya seperti dilansir FIFA.
“Aku begitu senang dengan banyak sekali pesepak bola wanita muda muncul di Brasil dan di dunia. Mereka sedang tumbuh dengan talentanya dan punya masa depan yang sangat cerah. Jadi ini adalah awal dari karier panjang mereka, meski jadi penutup buatku,” pungkas Marta.
