Kumparan Logo

4 Alasan untuk Meninggalkan Kebiasaan Menyimpan Makanan Pakai Wadah Plastik

kumparanFOODverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kotak bekal sekolah. Foto: shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kotak bekal sekolah. Foto: shutter stock

Gerakan untuk mengurangi kebiasaan menyimpan makanan dalam wadah plastik semakin kencang digaungkan. Wajar, ini karena wadah tersebut bukan saja mencemari lingkungan dan ekosistem laut, tetapi juga berisiko untuk kesehatan manusia.

Menumpuknya sampah plastik makanan juga bisa menjadi tempat perkembang biakan bakteri serta kuman, yang secara tak sadar membahayakan kesehatan kita dan lingkungan. Adanya senyawa kimia dalam plastik yang bila termakan, bisa menimbulkan risiko penyakit kronis; laiknya Alzheimer sampai merusak hormon kesuburan.

Enggak cuma itu, masih ada lagi beberapa efek samping yang ditimbulkan dari pemakaian kemasan plastik. Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya tersebut, berikut kumparan merangkum ulasan lengkapnya. Beberapa alasan ini mungkin akan mulai mengubah pola pikir dan kebiasaanmu menyimpan makanan dengan wadah plastik.

kumparan post embed

1. Kandungan BPA dalam plastik yang berbahaya

Ilustrasi Bahan makanan dan sayur di dalam plastik Foto: Shutterstock

Mengutip India Times, efek samping dari wadah plastik begitu merugikan kesehatan tubuh. Akhirnya, opsi wadah plastik bebas BPA pun kita telah tersedia.

Ini karena, menurut studi Food and Chemical Toxicology, mengungkapkan kalau wadah yang mengandung BPA kerap merusak hormon estrogen. Berujung membuat penderitanya mengalami penyakit tiroid. Sementara, zat pengganti BPA yakni BPS, bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kanker.

2. Wadah plastik mengandung racun

Ilustrasi makanan siap saji yang dipanasakan dengan microwave Foto: Dok. Freepik

Nyatanya, terlalu lama menyimpan makanan dalam wadah plastik, benar-benar berisiko memunculkan sejumlah gangguan pada sel. Senyawa kimia dalam plastik memiliki sifat yang mudah meresap pada makanan.

Sehingga, jika mengonsumsi makanan tersebut, maka besar kemungkinan tubuh terserang; radang sendi, gejala penyakit jantung, gangguan penglihatan, sampai paling buruknya Alzheimer.

3. Mengganggu kesuburan dan kinerja alat reproduksi

ilustrasi pasangan suami istri dengan masalah kesuburan atau mandul Foto: shutterstock

Efek yang satu ini perlu kamu perhatikan sejak dini. Lantaran, hanya karena penggunaan wadah plastik berlebih, jangan sampai membahayakan hormon kesuburan dan reproduksimu.

kumparan post embed

Mengutip Healthline, studi terbaru dari Endocrine Society, menjelaskan kalau wadah plastik dapat berpengaruh pada kualitas sperma. Saat tubuh kerap mendapat asupan makanan yang dibungkus plastik, maka memungkinkan kalau jumlah sperma yang dihasilkan akan menurun dan tidak signifikan.

4. Menambah lemak pada tubuh

Menyimpan makanan sisa dalam wadah plastik Foto: Shutter Stock

Percayakah kamu? Sumber lemak jahat yang membuat tubuh semakin gemuk, disebabkan pula oleh penggunaan tempat makan plastik. Ini bukan sekadar pola makan buruk, namun tampaknya wadah jadi faktor yang cukup kuat menambah bobot tubuh. Kasus ini kerap ditemukan di kalangan warga Amerika Serikat.

Dalam keseharian hidupnya, mereka sulit mengganti wadah plastik dengan yang lebih eco-friendly. Makanya, tidak sedikit orang-orang di sana mengidap obesitas.

Ternyata, efek samping ini pun pernah diteliti dalam jurnal Environmental Health Perspectives. Para peneliti menyatakan kalau senyawa kimia plastik, yaitu bisphenol A diglycidyl ether (BADGE) membawa serangkaian sel induk ke tubuh; sel itu adalah faktor utama yang menambah berat badan.

Reporter: Balqis Tsabita Azkiya

kumparan post embed