Kumparan Logo

5 Fakta Unik Porang yang Jokowi Sebut Bisa Jadi Makanan Sehat Pengganti Nasi

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi saat meninjau fasilitas pabrik pengolahan porang PT Asia Prima Konjac, Kamis (19/08/2021). 
 Foto: BPMI Sekretariat Presiden/Laily Rachev
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi saat meninjau fasilitas pabrik pengolahan porang PT Asia Prima Konjac, Kamis (19/08/2021). Foto: BPMI Sekretariat Presiden/Laily Rachev

Belum lama ini, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Madiun, di sana ia sempat mengunjungi pabrik tanaman porang. Mungkin, sebagian dari kita masih asing dengan jenis tanaman tersebut. Namun, tahu tidak? Jika porang bisa jadi sumber komoditas utama, maka bukan hanya sektor pertanian melainkan juga industri makanan.

Jokowi mengatakan dalam akun Instagram pribadinya, tanaman porang berpotensi menjadi beras, shirataki, campuran produk kue, sampai kosmetik. Telah lama dikelola oleh PT. Asia Prima Konjac, Jokowi memprediksi pula adanya kemungkinan porang sebagai bahan ekspor andalan Indonesia di masa depan.

embed from external kumparan

Mengutip kumparanSAINS, di dataran Pulau Jawa sebenarnya tanaman ini sudah banyak tersebar. Hanya saja, keberadaannya masih belum banyak diketahui. Padahal, bila pengolahannya dimaksimalkan ada banyak manfaat yang bisa diperoleh. Laiknya hasil panen yang tinggi sampai manfaat kesehatan yang melimpah.

kumparan post embed

Untuk mengenal lebih jauh tentang porang, berikut kumparanFOOD telah merangkum berbagai fakta uniknya. Bagi kamu yang penasaran, yuk kita simak bersama-sama.

1. Porang berpotensi jadi pangan lokal menguntungkan

Porang, jenis umbi-umbian yang tengah populer sebagai komoditas andalan ekspor. Foto: Foto: Dok. PT Asia Prima Konjac

Sewaktu berkunjung ke Madiun, Jokowi mendapat cerita kalau ternyata hasil panen porang bisa meraup keuntungan yang sangat tinggi. Hampir semua petani di sana, termasuk petani milenial, menanam porang guna memperoleh keuntungan sebesar Rp 35-40 juta sekali panen.

Tidak jarang pula, anak muda di Madiun sudah mulai menanam bahan pangan lokal ini sejak masa sekolahnya. Sebab, tiga tahun bertani porang mereka bisa mendapat mobil sebagai hasil keuntungan.

“Lulus sekolah jadi petani porang, tiga tahun berjuang bertani porang, setelah tiga tahun bawa pulang mobil," tutur Yoyok, salah satu petani milenial Madiun, dikutip dari kumparanBISNIS.

2. Punya kadar gula rendah

com-Alat cek gula darah. Foto: Shutterstock

Tergolong dalam tanaman umbi-umbian, porang juga bisa menjadi sumber karbohidrat utama, lho. Bahkan, di masa depan tanaman satu ini diprediksi akan jadi makanan sehari-hari. Jenis karbohidrat dari tanaman ini pun dinilai sehat, lantaran mengandung rendah gula. Sehingga, bagi orang diabetes pun bisa mengonsumsinya sebagai alternatif karbohidrat yang lebih aman dan sehat.

3. Berpotensi jadi pengganti nasi

Ilustrasi memasak nasi Jepang Foto: dok.shutterstock

Rupanya, tanaman yang sedang marak diperbincangkan ini bisa diolah jadi berbagai bentuk. Mulai dari tepung-tepungan sampai beras dinilai memungkinkan. Jokowi mengatakan, kalau ke depannya tidak menutup kemungkinan akan ada inovasi beras porang.

Namun, perlu dipahami, pengolahan beras porang tidak boleh asal. Menurut Nissa Wargadipura, praktisi pangan lokal yang juga merupakan pendiri Pesantren Ekologi Ath-Tahaariq, Garut, walau berpotensi sebagai sumber karbohidrat porang mengandung sianida tinggi. Oleh karenanya, ia menegaskan harus ada pengolahan khusus agar beras porang aman dikonsumsi.

kumparan post embed

“Ambil umbinya, dibersihkan. Setelah itu diparut. Ambil patinya. Kemudian direndam air. Diganti 12 jam satu kali selama tiga hari. Harus tiga kali membuang air, tiga kali membuang racun. Setelah diendapkan di berkali-kali airnya dibuang, itu dikeringkan. Baru setelah itu bisa jadi tepung,” kata Nissa

4. Membutuhkan tanaman lain sebagai inang untuk tumbuh

Contoh perkebunan porang. Foto: Wikimedia Commons

Umumnya, tanaman porang tumbuh dan panen di dataran tinggi. Setidaknya di hamparan tanah yang memiliki ketinggian 100-1600 mdpl. Iklim di dataran tersebut cukup membuat porang tumbuh dengan sempurna.

Sebelum menanam porang, perhatikan lagi keberadaan tanaman lainnya. Ini karena porang membutuhkan tanaman lain sebagai inang agar bisa tumbuh. Tanaman inang yang dapat membantu porang berhasil tumbuh; yakni pohon mahoni, jati, pisang, jahe, serta sonokeling.

5. Sumber makanan kaya manfaat kesehatan

Budidaya tanaman porang di Madiun, Jatim. Foto: Kementan RI

Selain berpotensi baik bagi sektor ekonomi, jangan salah, tanaman porang pun menyimpan banyak manfaat untuk tubuh. Tahukah kamu? Konsumsi tanaman umbi tersebut bisa mencegah dari kolesterol tinggi serta menambah imunitas.

Komponen glukomanan porang memberikan efek meminimalisasi kadar kolesterol. Sementara, serat yang juga terkandung membuat pencernaan lancar dan daya tahan tubuh meningkat. Dengan mendapat serat tersebut, risiko konstipasi hingga kanker usus besar bisa dicegah.

Reporter: Balqis Tsabita Azkiya

kumparan post embed