kumparan
7 November 2019 19:55

5 Tanda Tubuhmu Kelebihan Asupan Gula

Diabetes
Diabetes biasanya disebabkan oleh gula. Foto: pixabay.com
Gula biasa ditambahkan di berbagai jenis hidangan, mulai dari kue, pastry, hingga minuman seperti kopi ataupun teh. Rasanya yang manis kerap membuat ketagihan. Apalagi, makanan manis dengan kandungan gula tinggi memang selalu menggugah selera dan sulit ditolak.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, konsumsi gula juga tetap harus dibatasi. Asupan gula yang berlebihan dapat meningkatkan gula darah, radikal bebas, dan berbagai komponen penyebab inflamasi. Risiko terkena obesitas, diabetes, serta penyakit lainnya seperti sakit jantung juga akan bertambah.
Untuk mencegah dampak buruknya, ada beberapa tanda yang muncul saat tubuhmu sudah kelebihan asupan gula. Apa saja? Simak rangkumannya berikut ini:
1. Mengalami gangguan pencernaan
Ilustrasi Gula
Ilustrasi gula. Foto: Pixabay
Sebuah penelitian di tahun 2017 yang berjudul Diet-driven microbiota dysbiosis is associated with vagal remodeling and obesity mengungkapkan, gula bisa mengurangi keberagaman bakteri sehat di pencernaan hanya dalam waktu seminggu. Akibatnya, kinerja pencernaan jadi lebih lamban dan terganggu. Mereka yang mengonsumsi gula dalam jumlah banyak juga cenderung kekurangan asupan serat.
ADVERTISEMENT
2. Muncul jerawat di bagian rahang
lustrasi Jerawat
lustrasi Jerawat Foto: Pixabay
Selain mengganggu pencernaan, kelebihan asupan gula juga bisa merusak kulit dan memicu pertumbuhan jerawat. Riset di tahun 2007 yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition mengaitkan breakout pada kulit dengan konsumsi gula yang berlebihan.
Secara teori, gula akan meningkatkan produksi hormon androgen yang memicu jerawat. Biasanya, jerawat hormon ini akan muncul di sekitar rahang dan mulut.
3. Sulit berkonsentrasi
Gula
Gula Foto: Pixabay
Seluruh bagian tubuh kita, termasuk otak menggunakan karbohidrat dan gula sebagai bahan bakar. Sehingga, saat gula darah anjlok, otak akan sulit untuk berkonsentrasi.
Nah, konsumsi gula yang berlebihan ini rupanya dapat membuat gula darah meningkat tajam selama beberapa saat, lalu turun drastis setelahnya. Energi kita juga akan ikut menurun, membuat makin sulit untuk fokus dan berkonsentrasi.
ADVERTISEMENT
4. Cita rasa buah jadi terasa hambar
Buah dan gula
Buah dan gula Foto: Shutterstock
Mengonsumsi makanan manis terlalu sering dapat mengubah cara lidah kita menginterpretasikan rasa manis. Ekspektasi terhadap rasa manis meningkat, sehingga saat menyantap makanan lain seperti buah-buahan, yang tercecap hanya rasa hambar.
Padahal, pada dasarnya buah sudah memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Maka itu, kurangi konsumsi pemanis tambahan sebisa mungkin, untuk menstabilkan kemampuan tubuh dalam merasakan manis.
5. Selalu merasa lapar
Makanan manis
makanan manis Foto: Shutter Stock
Sudah makan, tapi perut masih terasa keroncongan dan ingin ngemil lagi? Bisa jadi, tubuhmu kelebihan asupan gula. Pasalnya, gula akan membuat gula darah cepat meningkat, namun juga cepat anjlok kembali.
Ketidakstabilan tersebut akan membuat kita merasa lebih lapar dan ingin menyantap lebih banyak makanan manis. Selain itu, gula juga tak memiliki kandungan serat serta protein, dan tak akan membuatmu merasa kenyang.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan