Kumparan Logo

6 Kebiasaan Makan yang Buruk Ini Bisa Menurunkan Kinerja Otak

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kebiasaan makan yang buruk Foto: dok.shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kebiasaan makan yang buruk Foto: dok.shutterstock

Akhir-akhir ini kamu merasa sering lupa? Bisa jadi itu karena kebiasaan makan kamu yang tak teratur, lho. Soalnya menurut beberapa penelitian, ada kebiasaan buruk saat makan yang bisa memengaruhi kinerja otak, kemudian berdampak pada melemahnya daya ingat.

Melansir Health.harvard.edu, kebiasaan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak jenuh misalnya, bisa meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Jika menumpuk, lemak jenuh akhirnya menghambat aliran darah di arteri yang membawa dampak buruk bagi kesehatan jantung dan otak.

Bukan hanya itu, masih ada beberapa kebiasaan makan yang sebaiknya dihindari agar kinerja otak tak menurun sehingga juga tidak mudah lupa. Apa saja? Berikut ulasannya.

1. Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis

Ilustrasi makanan manis. Foto: Toshiko/kumparan

Dalam penelitian yang dilakukan Universitas California, menemukan adanya penurunan kinerja otak pada tikus yang diberi larutan fruktosa lebih. Tikus tersebut mengalami kesulitan menavigasi labirin, menandakan bahwa proses pembelajarannya melambat dan kehilangan memori.

Dengan begitu, para peneliti menduga kelebihan gula memengaruhi kemampuan insulin untuk membantu sel-sel otak menggunakan gula untuk memproses pikiran dan emosi.

2. Kebanyakan makan daging

Memanggang steak. Foto: Dok. Pixabay

Sama seperti yang sudah dibahas di atas, terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak jenuh; seperti daging merah dan mentega bisa menurunkan fungsi otak.

Tercatat dalam penelitian Annals of Neurology, ini terjadi pada 6.000 perempuan yang selama kurang lebih empat tahun memiliki kebiasaan mengonsumsi lemak jenuh lebih banyak. Mereka mendapat skor paling rendah dalam penilaian tes fungsi otak dan daya ingat.

Berbanding terbalik dengan perempuan yang mengonsumsi lemak tak jenuh tunggal --terkandung dalam minyak zaitun dan alpukat-- justru mendapat skor tinggi. Jadi, sebaiknya batasi konsumsi makanan berlemak jenuh, jika tak ingin cepat lupa.

3. Kebiasaan makan permen karet

Ilustrasi Makan Permen Karet Foto: Shutter Stock

Dalam Quarterly Journal of Experimental Psychology menemukan bahwa, mengunyah permen karet saat belajar dapat mengganggu ingatan dalam jangka pendek. Para peneliti percaya bahwa mengunyah disela belajar atau menghafal, mampu mengurangi kefokusan dan daya ingat.

4. Terlalu banyak minum alkohol

Bahaya Minuman Alkohol Bagi Anak Foto: Pixabay

Penelitian berjudul Moderate alcohol consumption as risk factor for adverse brain outcomes and cognitive decline: longitudinal cohort study, menemukan bahwa orang dewasa yang minum sekitar 7 - 10 gelas alkohol (kategori peminum berat) cenderung mengalami penurunan kinerja hipokampus.

Hipokamus ini berfungsi menyimpan serta mengolah memori jangka panjang dalam otak besar.

5. Garam

Ilustrasi garam Foto: dok.shutterstock

Kebiasaan makan yang mengandung banyak garam, juga mampu menurunkan kinerja otak. Ini karena natrium, bisa menyebabkan kerusakan pada sistem pembuluh darah. Ini telah dibuktikan dalam penelitian pada tahun 2012.

Penelitian tersebut menemukan, tikus yang diberi kadar garam lebih tinggi, otaknya bekerja lebih lamban saat mencari jalan keluar di labirin, dan cenderung berhenti. Untuk itu, para peneliti menyarankan mengonsumsi garam tidak lebih dari 2.300 miligram per hari guna menjaga aliran darah --termasuk ke otak.

6. Kurang minum air putih

Ilustrasi minum air putih Foto: dok.shutterstock

Sekitar 73 persen otak kita terdiri dari air, itu sebabnya banyak penelitian menyarankan untuk penuhi asupan cairanmu dengan baik. Soalnya, ketika tubuh kekurangan cairan, maka fungsi otak ikut menurun dan kita jadi tak bisa berpikir jernih.

Dehidrasi juga dapat menyebabkan munculnya stres, lho. Apalagi pada cuaca ekstrem seperti beberapa hari belakangan ini, pastikan tubuhmu enggak kekurangan cairan, ya.

embed from external kumparan