Ini Alasan Indonesia Pantas Disebut sebagai Dapur Gastronomi Dunia
ยทwaktu baca 2 menit

Kekayaan kuliner Indonesia memang sudah sepatutnya diakui dunia. Ragam jenis bahan masakan hingga bumbu serta rempah hasil alam Nusantara jumlahnya saja sudah sangat mendukung, untuk menjadikan Indonesia sebagai dapur gastronomi dunia.
Hal ini pun diamini oleh Prof. Dr. Ir Murdijati-Gardjito, Researchers, Developers, & Conservationists of Indonesian Culinary saat peluncuran Museum Gastronomi Indonesia (MGI) virtual, Kamis (17/6).
Menurut hasil penelitian, perempuan yang juga merupakan Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan (UGM) tersebut, sebenarnya seni dapur di Indonesia jumlahnya ada lebih dari seribu.
"Kalau kita berbicara gastronomi Indonesia bahwa sebenarnya seni dapur di Indonesia itu lebih dari 1.000 jumlahnya. Kemudian, kalau kita menengok biodiversity Indonesia, artinya bahan pangan yang ada di Indonesia; ini kita punya 77 sumber karbohidrat, kita punya lebih dari 400 jenis buah-buahan, kita punya lebih dari 273 sayuran, kita punya sekitar 65 jenis bumbu atau rempah-rempah," ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Murdijati-Gardjito menerangkan, bila dihitung secara matematis data bahan pangan asli Indonesia tersebut, mampu menghasilkan ribuan kombinasi masakan. Ini juga yang menjadi alasan ragam makanan khas Indonesia begitu banyak.
Perempuan 81 tahun itu pun optimis bahwa Indonesia pantas disebut sebagai dapur gastronomi terbesar di dunia. "Nah, kalau hidangan itu terwujud, bukan tidak mungkin, mulai sekarang kita itu harus mengatakan bahwa Indonesia itu, adalah dapur gastronomi dunia yang paling besar," pungkasnya.
Kekuatan lain dari kuliner Indonesia, juga didukung oleh cerita sejarah, asal-usul, hingga proses yang melibatkan akulturasi budaya dari berbagai masakan yang dihidangkan sehari-hari.
"Makanan itu punya cerita. Setiap makanan ceritanya berbeda. Misal rendang, bergeser berapa kilo di sana (Sumatera Barat) saja sudah berbeda bumbunya sedikit," kata Dr. Ari Fadiati, M.Si yang juga merupakan Dewan Pakar dan Penggagas MGI.
Dari faktor pendukung yang sudah dijabarkan kedua peneliti sekaligus pakar kuliner Indonesia tersebut saja, sudah jelas, bahwa kuliner Indonesia tak akan kehabisan bahan untuk dibahas. Keunikan masakan Indonesia telah membuktikan bahwa ada kekayaan yang teramu dalam setiap rasa yang dihidangkan.
Nah, apakah kamu juga setuju bahwa Indonesia pantas disebut sebagai dapur gastronomi terbesar di dunia?
