Kata Korban Banjir: Butuh Nasi Bungkus dengan Lauk-Pauk dan Air Putih

Curah hujan yang tinggi sejak Selasa (31/12) malam membuat banjir di Jakarta dan sekitarnya. Berdasarkan data terakhir BPBD DKI, warga yang mengungsi akibat banjir tersebut semakin bertambah, kini mencapai 31.232 orang.
Para korban banjir tersebut mengalami banyak kesulitan, termasuk kekurangan pasokan makanan dan minuman. Misalnya saja, warga di Kompleks Vila Nusa Indah yang mengeluhkan minimnya bantuan makanan. Hal ini dipicu karena akses jalan yang tak bisa dilewati akibat tingginya air.
Untuk mengetahui kisah selengkapnya, kumparan pun mencoba menghubungi beberapa warga yang menjadi korban dari berbagai titik banjir. Rata-rata mengaku membutuhkan pasokan makanan instan, seperti nasi bungkus dengan lauk-pauk dan air putih.
Tamara Anastasia (24), warga Pondok Ranji, Tangerang Selatan
Kekurangan pasokan makanan dirasakan oleh perempuan bernama Tamara Anastasia, dan keluarganya yang tinggal di Pondok Ranji, Tangerang Selatan. Rara panggilan akrabnya, mengaku masih sangat kesulitan dalam mendapatkan makanan dan air minum. Meski saat ini air di lingkungan rumahnya sudah surut, dan akses jalan mulai bisa dilalui.
"Kekurangan makanan banget, ini saja aku ngungsi. Air minum juga enggak ada. Butuhnya makanan kaya nasi bungkus gitu," ungkapnya yang kami hubungi lewat pesan singkat, Kamis (2/1).
Rara juga mengatakan, turut mengurus beberapa hewan peliharaan yang ditinggal mengungsi majikannya. "Tadi mau bawa ke hotel, tapi orang hotelnya bilang boleh bawa, cuma harus taruh di lobby depan. Jadi di ruangan terbuka, kan kasian, ya. Untung ada pet shop," tambahnya.
Sylvia Dewi Yuliasari (26), warga di Kompleks Vila Nusa Indah, Jawa Barat
Lain cerita dengan Sylvia Dewi Yuliasari dan keluarganya yang mengalami kelaparan serta kehausan malam tadi.
"Berusaha banget ke rumah dari jam 2 siang, sampe sekarang masih stuck di kampung seberang komplek. Perahu karet enggak ada yang mau ke arah rumah gue, karena lawan arus, dan airnya masih deras sedada. Denis (adiknya) kedinginan, kelaparan, kehausan," tulisnya dalam Instastory 20 jam yang lalu.
Ketika kami konfirmasi, saat ini sudah ada yang memberi bantuan makanan dan minuman. Banjir pun telah surut, namun sisa lumpurnya masih se-mata kaki orang dewasa. Untuk saat ini, perempuan yang disapa Ipi itu mengaku membutuhkan makanan yang dapat langsung dikonsumsi.
"Yang langsung makan paling, atau nasi pakai lauknya yang kering. Oiya, air mineral juga," tuturnya lewat pesan WhatsApp. Bukan hanya itu, Ipi juga mengaku sangat membutuhkan alat pembersih, lilin, serta powerbank, karena sudah 24 jam lebih listrik di lingkungan rumahnya mati.
Andari Novianti (28), Bojong Rawa Lumbu, Bekasi
Perempuan yang tinggal di Bojong Rawa Lumbu, Bekasi mengatakan butuh asupan nasi saat ini. Termasuk lauk-pauk, snack, atau roti. "Yang jelas nasi, sih, karena biasanya kalau banjir itu gampang masuk angin, jadi perut enggak boleh kosong. Jadi, kalau bisa nasi dan lauk yang gampang diolah," ungkapnya.
Andari pun mengaku mencoba mencari makanan ke supermarket terdekat, namun camilan dan roti telah habis. "Iya, makanan instan yang enggak perlu dimasak, atau cuma perlu pakai air saja, misalnya," lengkapnya.
Oktaviani Naulita Turnip (27), Jatiasih, Bekasi
Kekurangan pasokan makanan juga dirasakan Oktaviani Naulita Turnip yang tinggal di Jatiasih, Bekasi. Rumahnya turut terendam banjir malam tadi. Namun ia bercerita, komplek di belakang rumahnya mengalami banjir yang lebih dalam, tingginya sampai se-dada orang dewasa.
Perempuan yang dipanggil Uli itu mengatakan, sangat membutuhkan makanan dan air bersih. Tak hanya untuknya, melainkan juga untuk dibagikan ke warga lain yang membutuhkan makanan. Termasuk warga belakang kompleknya. "Makanan yang langsung caplok. Nasi padang atau ramesan gitulah, yang ringkas," ucapnya.
Avissa Harness Rizki Utama (26), Bekasi Selatan
Keadaan berbeda dirasakan dara bernama Avissa Harness Rizki Utama, yang hingga saat ini banjir di rumahnya belum surut juga --tingginya masih sekitar se-dada orang dewasa. Meskipun kemana-mana warga di tempat tinggalnya, yakni di Perumahan Taman Cikas, Bekasi Selatan masih menggunakan perahu karet, tapi soal makanan dan minuman ia tak mengalami kesulitan.
"Alhamdulillah, nih banyak makanan, ada saja gitu warga sini sendiri yang ke depan beli makanan banyak terus bagi-bagi. Sama ada mi, kopi, teh, dan lain-lain, lengkap. Kita ada dapur daruratnya gitu," tuturnya.
Meskipun begitu, untuk meraih makanan, lanjut Avissa, warga setempat perlu basah-basahan terlebih dahulu. Sebagian warga setempat menurutnya, juga sudah mengungsi ke hotel atau apartemen lantaran banjir yang tak kunjung surut.
Jadi, bila kamu ingin menolong para korban banjir, silakan berikan makanan instan, atau yang siap makan. Keduanya sangat dibutuhkan para korban banjir, tak ketinggalan tentunya air bersih, baik untuk minum maupun bersih-bersih.
