Peneliti Shanghai Prediksi Pangsit Daging Babi Nabati Jadi Makanan Masa Depan
·waktu baca 2 menit

Daging babi biasanya diolah menjadi makanan panggang atau sup. Seiring berkembangnya zaman, banyak jenis olahan daging babi yang diklaim lebih sehat lantaran terbuat dari bahan organik. Bahkan, menariknya semakin menjamur pula restoran khusus makanan berbahan nabati.
Salah satu eksperimen terbaru sajian daging nabati adalah pangsit isi daging babi organik. Dr. Dong Fang Chen melakukan penelitian serta eksperimen terhadap olahan kuliner Tiongkok agar lebih sehat. Bersama tim peneliti lainnya, ia memilih pangsit autentik sebagai objek percobaan.
Laki-laki asal Tiongkok itu merupakan lulusan Cambridge studi genetika molekuler tanaman. Chen merekrut 1.000 ilmuwan di Shanghai yang berfokus pada ilmu pengembangan rasa dan aroma guna menciptakan pangsit berbahan daging nabati.
Bukan sekadar percobaan, nantinya sajian tersebut akan dipasarkan dalam bisnis makanan global. Ini membantu Tiongkok untuk bisa mengenalkan cita rasa baru dalam makanan tradisional mereka. Apalagi, mengingat negeri Tirai Bambu sekarang sedang menggaungkan pola makan plant-based dan tidak bergantung pada daging hewan.
Diasosi oleh Beyond Meat, rencananya mereka juga akan meluaskan pasar ke Tiongkok. Beyond Meat akan meluncurkan seri produk makanan khas Tiongkok melalui e-commerce. Mereka juga berniat memperluas mitra ritelnya di 300 gerai Starbucks dan Yum China Holdings yang tersebar di sana.
Pihak Beyond Meat melihat adanya peluang besar, bila mereka membantu mengenalkan varian daging nabati pada masyarakat di sana. Mereka percaya, kalau makanan Asia juga bisa diadaptasi serta diolah menjadi makanan sehat. “Saya akan bekerja sangat keras dan memastikan bahwa kami tidak akan mengekspor cita rasa Amerika,” terang Ethan Brown, CEO Beyond Meat dikutip dari CNBC.
Mereka pun memilih pangsit babi dengan alasan utama kalau isian pangsit atau dagingnya menarik untuk direkayasa ulang. Sebab, rasa daging babi sangat lembut sehingga cocok bila diolah kembali.
Semua kandungan karbohidrat, lemak, serta protein diambil dan dibuang. Kemudian, diganti dengan bahan makanan yang berasal dari tumbuhan organik. Proses ini dinamakan mikroskopis, guna membandingkan dan menemukan aroma serta rasa asli pangsit, meski bahan-bahannya sudah diganti.
Eksperimen terkadang memakan waktu berhari-hari sampai bulanan. Dibutuhkan penelitian intensif guna menemukan hasil pangsit nabati yang sesuai dengan target. “Ini terdengar seperti mudah dilakukan. Kendati, sebenarnya dibutuhkan banyak ilmu pengetahuan. Ini bukanlah hal sepele,” jelas Chen.
Adanya eksperimen pangsit daging babi nabati diprediksi oleh tim Firmenich Chen sebagai hidangan di masa depan. Sekarang, orang-orang di Asia dan Tiongkok perlahan menyukai makanan organik atau nabati. Lantas, mudah bagi para peneliti mendorong dan meyakinkan masyarakat kalau makanan sehat ini tidak kalah lezat dengan hidangan lainnya.
Saat ini, industri atau produsen makanan nabati di Asia masih kecil. Tapi, diperkirakan akan bertumbuh pesat dan cukup signifikan ke depannya. Ini karena, penduduk benua Asia sendiri mewakili 60 persen populasi global. Jadi, potensi perluasan pasarnya pun bisa meningkat.
Jun Saplad, wakil presiden senior bisnis Asia, Taste, & Beyond pun menanggapi hadirnya ide cemerlang ini. Baginya, langkah mengenalkan produk nabati dalam e-commerce khusus plant-based, adalah pendukung utama yang dapat menyebarkan edukasi kebiasaan makan sehat.
“Dapat dibilang, mereka secara efektif telah mempersiapkan akan promosi makanan sehat di masa mendatang bagi masyarakat,” kata Saplad.
Adanya percepatan pertumbuhan urbanisasi membuat edukasi akan daging alternatif non-hewani dapat lebih berkembang lagi. Diharapkan edukasi tersebut mampu diperluas mulai dari Shanghai sampai ke negara di benua Asia lainnya.
Reporter: Balqis Tsabita Azkiya
