Food & Travel
·
10 Juni 2021 18:28
·
waktu baca 2 menit

Restoran di Jepang Ini Populerkan Tren Makan Sushi Tanpa Topping

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Restoran di Jepang Ini Populerkan Tren Makan Sushi Tanpa Topping (308675)
searchPerbesar
Sushi nasi, Kappa Sushi, Jepang Foto: Dok.KappaSushiJP/Youtube
Sensasi nikmat makan di restoran sushi terletak saat nasi nan pulen berpadu dengan aneka topping; seperti ikan segar, telur, sayuram, sampai potongan gurita empuk. Kenikmatan inilah yang seringkali dicari oleh para penggemar sushi khas Negeri Sakura.
ADVERTISEMENT
Namun, bagaimana kalau ternyata sushi yang disajikan tidak menggunakan topping sama sekali? Lantas, apa isinya?
Rupanya, makanan unik seperti ini menjadi menu di restoran bernama Kappa Sushi. Mengutip Sora News 24, belakangan ini restoran tersebut telah melakukan inovasi terhadap hidangan sushi. Namun, tampaknya hal ini dianggap cukup aneh oleh sebagian orang.
Pasalnya, Kappa Sushi telah menyatakan kalau mereka sedang menyiapkan untuk peluncuran menu sushi terbaru. Pernyataan itu sontak membuat pelanggan setia mereka tak sabar melihat hasil kreasi sushi dari restoran itu. Sayangnya, saat menu baru tersebut rilis, ekspektasi mereka langsung dipatahkan begitu saja.
Restoran di Jepang Ini Populerkan Tren Makan Sushi Tanpa Topping (308676)
searchPerbesar
Ilustrasi nasi sushi Foto: Dok. Pixabay
Bahkan sebagian dari mereka mengungkapkan, jika hidangan itu sama sekali bukan sushi pada umumnya. Walau Kappa Sushi mengatakan bila mereka sudah berupaya keras untuk meningkatkan kualitas sushinya. Namun, banyak orang masih ragu dan kecewa.
ADVERTISEMENT
Pelanggan cukup terkejut ketika memesan menu sushi terbaru itu. Nyatanya, yang datang hanyalah sepiring kepalan nasi sushi tanpa balutan ikan atau topping lainnya. Mereka kemudian berasumsi, bahwa pihak restoran memang lupa menyertakan pelengkap pada sushi pesanan mereka.
Tampaknya, kekecewaan itu hanya sampai pada tampilannya saja. Bagi pelanggan yang telah mencicipinya, mereka justru menilai kalau jenis sushi ini adalah perkembangan tren kuliner baru di Jepang.
Bak, aneh tapi nyata. Melihat nasi sushi utuh yang langsung dimakan begitu saja, membuat banyak orang menganggap ini hal yang tak biasa. Ternyata, dibalik sajian sederhana tersebut, ada sepotong kisah menarik yang telah dilalui oleh Kappa Sushi.
Pihak restoran menyebutkan mereka berkonsultasi dengan ahli beras, sebelum membuat hidangan sushinya. Di bawah bimbingan ahli, restoran mulai mengganti dan menggunakan beras yang ditanam di Yamagata.
ADVERTISEMENT
Jenis beras ini mempunyai kualitas terbaik. Mulai dari tekstur, ketahanan, dan kelembutan nasi bisa langsung meleleh di mulut. Saat pelanggan mencicipi beras itu untuk pertama kalinya, mereka mengakui kalau rasanya sangat ringan di mulut.
Cuka yang digunakan untuk bahan campuran nasi sushi, membuat cita rasa semakin umami. Pelanggan cukup takjub, bahkan mereka mengatakan kualitas sushi tersebut cukup sulit untuk dicari di tempat lain.
Restoran di Jepang Ini Populerkan Tren Makan Sushi Tanpa Topping (308677)
searchPerbesar
Sushi tanpa topping, Kappa Sushi, Jepang Foto: Dok.KappaSushiJP/Youtube
Sebenarnya, bentuk nasi sushi polos itu cukup mirip dengan nasi kepal. Sajian nasi kepal sendiri juga menjadi makanan khas di Jepang sampai Korea Selatan. Rasanya gurih dan praktis untuk disantap.
Di Jepang, nasi kepal dinamakan onigiri. Makanan ini sudah ditemukan sejak tahun 1987. Bentuknya segitiga dengan sudut tumpul, dan dibalut rumput laut kering di bagian luarnya. Nasi kepal disajikan begitu saja. Namun, adapula yang menambahkan isian daging tuna, salmon, dan bahan makanan lain.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, sajian sushi polos ini perlahan mulai digemari, tren makan sushi unik itu pun ikut populer di kalangan masyarakat Jepang.
Selain nasi sushi tanpa topping, rupanya Kappa Sushi ikut meluncurkan enam varian sushi lain. Salah satunya, yamako fresh pacific bluefin tuna, menggunakan ikan tuna berkualitas yang sering disajikan di beberapa restoran bintang Michelin.
Reporter: Balqis Tsabita Azkiya
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020