kumparan
22 Januari 2019 14:18

Cerita Kunto Aji Terapkan Frekuensi Solfeggio di Album Baru

Kunto Aji. (Foto: Munady Widjaja)
Penyanyi Kunto Aji bereksperimen ketika membuat album terbarunya bertajuk ‘Mantra Mantra’ yang dirilis pada September lalu. Ia memasukkan frekuensi Solfeggio dalam lagu-lagu di album tersebut.
ADVERTISEMENT
Ada enam macam frekuensi yang bisa memengaruhi perasaan manusia dalam frekuensi Solfeggio. Frekuensi 396 Hz dianggap bisa mengeluarkan pikiran negatif, 417 Hz bisamemperbaiki situasi dan mendorong perubahan, 528 HZ bisa transformasi dan keajaiban, 639 Hz bisa membangun hubungan, 741 Hz bisa menimbulkan solusi, dan 852 Hz untuk kembali memahami jiwa.
Keputusan Kunto Aji untuk menerapkan frekuensi Solfeggio ia dapatkan dari riset kecil-kecilan. “Saya dapat dari teman-teman ESQ. Dipakai di ESQ sebenarnya masih pseudoscience sih,” kata Aji saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lau.
Album kedua Kunto Aji, Mantra Mantra. (Foto: Munady Widjaja)
Penerapan frekuensi Solfeggio memang belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Namun, hal itu tidak membuat Kunto Aji mengurungkan niatnya untuk memasukkan frekuensi itu di album terbarunya.
ADVERTISEMENT
“Tidak ada salahnya, kenapa enggak saya coba,” ucap Aji.
Dari sembilan lagu di album terbarunya, pelantun lagu ‘Terlalu Lama Sendiri’ ini mengatakan frekuensi Solfeggio, khususnya frekuensi 396 Hz, paling terasa dalam lagu ‘Rehat’. Hal itu bisa dirasakan di bagian outro lagu tersebut.
“Jadi rasa bersalah dan ketakutan dilepaskan, dan kebetulan musik serta liriknya seperti itu. Bagian outro di belakang yang cuma musik doang, itu untuk membantu menenangkan. Makanya yang jadi highlight adalah lagu ‘Rehat’ karena sesuai dengan afirmasi liriknya,” tutur Aji.
Eksperimen yang dilakukan oleh pria kelahiran Yogyakarta ini bisa dibilang berhasil. Ia sempat mendapat mendapat email dari seseorang yang menderita mental illness.
Isinya ialah apresiasi yang diberikan terhadap album terbaru Aji. Sebab, lagu pria berusia 32 tahun ini memberikan dampak positif kepada dia dan teman-temannya.
ADVERTISEMENT
“Dia merasa berterima kasih banyak. Dia dan teman-temannya yang mendengarkan album ini merasa ada harapan. Itu hal yang mahal sekali untuk orang-orang yang sedang sakit,” tutup Kunto Aji.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan