David NOAH Harap Persoalannya Terkait Dugaan Penggelapan Uang Berakhir Damai
·waktu baca 3 menit

David NOAH berharap persoalannya terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang yang angkanya mencapai Rp 1,1 miliar bisa berakhir dengan perdamaian. David sendiri telah dilaporkan ke polisi oleh Lina Yunita.
David NOAH mengharapkan persoalan tersebut bisa berakhir secara kekeluargaan karena ia sudah menunjukkan keseriusannya untuk bertanggung jawab.
“Saya sih berharap, kalau ini tidak pandemi saya optimis secara pribadi bisa selesaikan secara pribadi. Saya sudah lakukan yang terbaik dan yang saya bisa secara moral saya bertanggung jawab,” kata David NOAH dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Jumat (13/8).
David juga sudah mengupayakan mediasi dengan pihak Lina. Pria 40 tahun ini bahkan sudah bersedia membayar Rp 500 juta sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Namun mediasi tersebut berakhir buntu. Hingga akhirnya, David dilaporkan ke polisi oleh Lina. “Memang mintanya dilunaskan. Cuma jumlahnya besar sekali. Untuk saat ini itu di luar kemampuan saya,” tutur David.
David menyatakan persoalan terkait dirinya yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang, akan menjadi pelajaran berharga untuknya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Lina.
“Kalau untuk Lina, saya sekali lagi minta maaf. Semoga bisa membantu, deh, buat kami,” ucap David.
Soal Dilaporkan Atas Dugaan Penggelapan Uang, David NOAH Disebut sebagai Korban
Sementara itu, kuasa hukum David, Hendra, menyebutnya kliennya merupakan korban. Hendra mengatakan David bekerja di perusahaan A sebagai Direktur Komunikasi. David saat itu membantu perusahaan untuk mencari investor terkait pengerjaan suatu proyek.
David bersama dengan rekan-rekannya menemui Lina untuk diajak menjadi investor. Lina bersedia. Namun, di tengah perjalanan, proyek tersebut harus terhenti karena pandemi COVID-19.
Menurut Hendra, seharusnya bukan David NOAH yang dilaporkan ke polisi. Sebab, David tidak menikmati apa-apa dari dana yang diterima oleh perusahaan dari Lina.
Hendra mengatakan semestinya Lina melaporkan perusahaan A yang menggunakan uangnya. Hal ini lantaran uang dari Lina sebagai investor digunakan untuk kepentingan perusahaan.
Hendra juga mengungkapkan perusahaan A yang seharusnya bertanggung jawab atas permasalahan tersebut. “Uangnya digunakan untuk kepentingan perusahaan. Jadi, pemberitaan ini salah alamat. Harusnya ke PT A, bukan David secara pribadi,” ucapnya.
Kuasa hukum Lina, Devi Waluyo, menjelaskan mengapa kliennya melaporkan David ke polisi. Awalnya, mantan suami Gracia Indri itu meminta talangan dana untuk usahanya.
"Klien saya karena pertemanan baik dan teryakinkan dengan dia sebagai direksi di perusahaannya itu, juga ada bukti foto-foto proyek, juga ada bukti kontrak ketiga dan lainnya, akhirnya menyerahkan sejumlah uang, ditransfer," kata Devi Waluyo.
"Total itu Rp 1,150 miliar. Lalu mereka dari pihaknya David dan kawan-kawan menyerahkan jaminan cek. Ternyata setelah tenggat waktu yang telah ditentukan untuk dikembalikan, tidak bisa perform, tidak bisa mengembalikan sesuai apa yang diperjanjikan, ternyata cek itu pada saat mencoba kemarin dicairkan, tidak bisa dicairkan, karena sudah close, rekeningnya close," imbuhnya.
Menurut Devi Waluyo, David NOAH sempat mengatakan bahwa dirinya hendak menjual rumahnya terlebih dahulu sebelum membayar utang. Namun, ketika pihak Lina Yunita mengirimkan somasi ke rumah David NOAH, rumah tersebut sudah beralih kepemilikannya.
"Pada saat kita mengirimkan somasi ke rumahnya yang di Bandung, ternyata dari Oktober 2020, rumahnya itu sudah beralih. Saya tidak tahu apakah beralihnya di Oktober, tetapi yang jelas menurut keterangan pemilik rumahnya yang lama, dari Oktober 2020 David sudah tidak menempati di situ," terangnya.
Devi Waluyo lalu bertutur bahwa kliennya sudah berkali-kali mensomasi David NOAH, namun tak ada respons. Kemudian, karena tak kunjung bisa dihubungi dan rumahnya sudah dijual, Lina Yunita pun memutuskan untuk melaporkan David NOAH ke polisi.
