Epy Kusnandar Ungkap Tantangan Terberat dalam Film Selepas Tahlil
·waktu baca 2 menit

Epy Kusnandar terlibat dalam film berjudul Selepas Tahlil. Dalam film arahan sutradara Adriano Rudiman itu, Epy memerankan karakter mayat hidup.
Epy mengaku harus melepaskan image komedi yang melekat pada dirinya. Dia bahkan sempat ragu setelah menerima tawaran untuk memerankan karakter Hadi di film itu.
"Sebenarnya saya menyesal menerima peran sebagai pak Hadi di sini, karena cukup tantangan berat," ungkap Epy Kusnandar di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Bintang serial Preman Pensiun itu mengungkapkan bahwa bukan hal yang mudah memerankan karakter tersebut. Dia bahkan diminta untuk mengubah penampilannya di film itu.
"Akhirnya untung ada workshop fisik saya diharuskan kurus kering jadi pak Hadi karena jadi jenazah yang berjalan," katanya.
Bukan hanya soal fisik, sepanjang proses syuting, Epy juga harus menahan napas. Hal ini perlu dilakukan guna mendalami perannya sebagai mayat.
"Tantangan yang lebih berat lagi setelah, kirain saya main cukup di awal aja abis itu jadi mayat selesai," kata Epy.
"Ternyata setelah jadi mayat saya sepanjang film itu harus tahan napas jangan sampai karena selalu di close up muka saya," tambahnya.
Selepas Tahlil berkisah tentang karakter Saras (Aghniny Haque) dan Yudhis (Bastian Steel) yang dihadapkan pada serangkaian kejadian mistis setelah mengabaikan wasiat terakhir sang Ayah, Hadi (Epy Kusnandar), untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Alih-alih dapat memberikan peristirahatan terakhir yang tenang, keduanya justru mengalami hal-hal di luar nalar. Mulai dari jasad sang Ayah yang tiba-tiba bangkit, hingga menghilang tanpa jejak di keesokan harinya.
Rangkaian peristiwa tersebut perlahan menuntun mereka pada rahasia yang selama ini tersembunyi. Selepas Tahlil dijadwalkan tayang di bioskop pada 10 Juli mendatang.
