Kumparan Logo

Ernest Prakasa Sindir Stasiun TV dan KPI, Diduga Terkait Saipul Jamil

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ernest Prakasa saat menghadiri konferensi pers peluncuran Trailer Film IMPERFECT : Karier, Cinta & Timbangan, Gedung Starvision, Jakarta.  Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ernest Prakasa saat menghadiri konferensi pers peluncuran Trailer Film IMPERFECT : Karier, Cinta & Timbangan, Gedung Starvision, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Saipul Jamil tengah menjadi sorotan sekaligus sasaran kecaman publik. Sebab, saat bebas dari penjara usai merampungkan hukuman atas kasus pencabulan dan penyuapan pada Kamis (2/9) lalu, ia disambut meriah bak pahlawan.

Selain itu, pedangdut berusia 41 tahun tersebut juga langsung diundang untuk tampil di televisi. Banyak orang menganggap sosoknya sebagai pelaku pencabulan tak pantas wara-wiri di layar kaca.

embed from external kumparan
Ernest Prakasa Foto: Munady

Ernest Prakasa, pada hari ini, Minggu (5/9), melayangkan sindiran terhadap stasiun televisi dan KPI. Diduga, sindirannya itu berkaitan dengan Saipul Jamil yang telah kembali tampil di televisi.

"Bau busuk apa yang menyengat ini? Oh, ternyata bau bangkai dari matinya nurani stasiun TV yang memperlakukan mantan napi pelecehan seksual bagaikan pahlawan," kicaunya.

embed from external kumparan

"Ke mana KPI?!?! Oh iya lupa, lagi sibuk nyoret-nyoretin biji pake spidol… Parah banget dasar Komisi Penyiaran Indianapolis," kicau Ernest Prakasa lagi.

embed from external kumparan

Ernest Prakasa mengunggah screenshot kicauan pertamanya tersebut ke Instagram. Pada kolom caption, komika yang juga dikenal sebagai aktor, sutradara, dan produser tersebut menyampaikan keprihatinan terhadap petinggi stasiun televisi.

embed from external kumparan

"Turut berduka atas matinya hati nurani para petinggi stasiun televisi yang menjual jiwanya demi rating semata," tulis Ernest Prakasa.

Terkait KPI, sebelumnya, KPI Pusat menjadi sorotan setelah kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan yang terjadi di internal KPI viral di media sosial. Hal ini menyita perhatian publik lantaran kasus tersebut tak mencerminkan tugas KPI untuk mengedukasi masyarakat.