Nita Thalia: Operasi Plastik, Suntik Botox dan Penyakit Bell’s Palsy

Pernahkah Anda melihat penampilan Syahrini tidak ‘cetar membahana’? Dalam dunia hiburan, penampilan memang menjadi salah satu nilai jual. Bagi pedangdut Nita Thalia, kecantikan adalah sebuah keharusan. Jadi, dia rela melakukan proses perawatan panjang yang tak cuma menyakitnya, tapi juga menghabiskan banyak biaya dalam waktu panjang.
“Jika kita terlihat cantik, orang pasti senang. Ibadah kan, juga membuat orang senang,” ujar Nita kepada kumparan.
Nita mengaku, ia rajin menjalani perawatan rutin sebanyak sebulan sekali dengan melakukan terapi facial mikrodermabrasi untuk menghilangkan bekas jerawat dan suntik botox yang berfungsi untuk menghilangkan kerutan di wajah.
"...meski saya sudah melakukan operasi kantung mata. Kerutan-kerutan tersebut sudah saya buang, tapi bukan berarti dampaknya akan permanen. Karena pertambahan usia, nanti kerutan tersebut akan kembali lagi,” ujarnya.

Kata orang, beauty is pain. Nita merasakan hal itu karena proses perawatan kecantikan yang dia alami cukup menyiksa. Pedangdut berusia 43 tahun itu melakukan terapi botox dua bulan sekali dengan dosis sekitar lima titik.
“Terapinya disetrum dengan diarahkan ke lokasi yang dituju dengan sinar infra merah. Nah, itu sakit banget. Setelah itu, baru dipijat,” jelas pelantun 'Goyang Heboh' itu.
Proses perawatan tersebut dijalankan selama satu minggu hingga tiga sampai empat kali selama dua bulan. Meski demikian, Nita mengaku biaya yag ia keluarkan tidak begitu besar.
“Biayanya cukup terjangkau, tidak sampai ratusan juta. Rinciannya, berkisar 3 juta hingga 5 juta per bulan jika dilakukan dengan teratur dan berkala,” jelasnya.

Sebelumnya, penyanyi lagu 'Lepas Kontrol' itu sempat dikabarkan pernah melakukan operasi plastik sebelum rutin mengikuti terapi botox. Nita mengakuinya dan tidak ragu untuk mengungkapkannya pada kumparan.
"Masalah operasi plastik semua orang sudah tahu saya gimana. Karena bagi saya, kecantikan itu luas maknanya. Untuk memenuhi tuntutan dunia hiburan, menjaga kecantikan supaya penampilan menarik adalah sebuah keharusan," tutur dia.
Nita menjalani operasi plastik pada Oktober 2011 dengan implan pada dagu, hidung, rahang serta telinga. Dia menolak saat ditanya soal biaya yang dihabiskan untuk mengubah bentuk wajahnya sesuai yang dia inginkan, tetapi menurutnya sang suami, Nurdin Ruditia, mendukung penuh. Nita melakukan keseluruhan operasi plastik di Indonesia.

Selain cara instan dengan penanganan medis, Nita mengaku juga menjaga kesehatan dan kecantikannya secara alami melalui olahraga teratur dan menjaga pola makan. Dia rutin jogging keliling komplek rumahnya.
“Saat konser, saya menciptakan koreografi yang full power. Bagi saya, asal mengeluarkan keringat, itu sudah olahraga. Saya juga banyak makan sayur, mengkonsumsi buah-buahan, dan banyak minum air putih karena saya anti dengan minuman bersoda dan kopi,” bebernya.
Baru Sembuh dari Bell’s Palsy
Saat tampil di sebuah acara televisi tahun lalu, banyak komentar yang menyebut ekspresi Nita Thalia seperti perempuan judes. Tak ada senyum dan wajahnya terlihat kaku.
Setelah acara selesai, Nita langsung menemui dokter kecantikannya. “…otot wajah saya susah untuk ngomong, mangap, ketawa nggak bisa, nyanyi agak susah. Saya agak aneh dengan penyakit ini,” katanya.

Karena merasakan efek seperti penyakit stroke ringan, Nita kemudian disarankan menemui dokter ahli syaraf. Awalnya Nita menduga itu terjadi karena efek samping operasi dan rangkaian perawatan kecantikan yang dia lakukan.
“Ternyata itu terjadi karena virus. Jadi katanya virus tersebut masuk melewati syaraf ketujuh, dan itu syaraf bagian wajah,” ujarnya. Nita melakukan terapi selama dua bulan dan diberi obat-obatan semacam pelemas otot. “Sekarang, Alhamdulillah sudah sembuh total.”
