kumparan
31 Oktober 2019 22:12

Reza Rahadian Bangga Film Indonesia Mulai Aktif Gunakan CGI

Reza Rahadian, PORTRAIT
Reza Rahadian ditemui di acara peluncuran poster film ‘Habibie & Ainun 3’. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan
Industri perfilman Tanah Air sudah mulai menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Beberapa film pun menggunakan teknologi Computer-Generated Imagery (CGI).
ADVERTISEMENT
Reza Rahadian termasuk aktor yang pernah membintangi salah satu film yang menggunakan teknologi tersebut. Menurutnya, kualitas CGI di beberapa film Indonesia tak cocok dikomparasi dengan CGI yang diterapkan di film luar negeri.
“Menurut saya, perkembangan teknologi mereka sudah jauh melampaui zaman, sementara kita baru sedang memulainya,” ujar Reza saat ditemui di kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan, Kamis (31/10).
Reza Rahadian, Piala Citra
Reza Rahadian mendapatkan Piala Citra. Foto: Munady Widjaja
Meski begitu, pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, ini mengaku bangga saat mengetahui sineas Indonesia mulai menggunakan CGI di film-filmnya.
“Bisa saya bilang, 3 sampai 5 tahun ke belakang, Indonesia sudah mulai aktif menggunakan efek CGI, itu adalah sesuatu yang membanggakan,” tutur Reza Rahadian.
“Apalagi kalau dikerjakan dengan anak-anak muda kita sendiri. Mereka berusaha membuat efek CGI sehalus mungkin, sebagus mungkin dan itu sesuatu yang patut kita apresiasi,” sambungnya.
Reza Rahadian
Reza Rahadian Foto: Munady/kumparan
Di film ‘Habibie & Ainun 3’, wajah Reza dibuat menyerupai mendiang BJ Habibie ketika masih muda dengan menggunakan CGI.
ADVERTISEMENT
Pria 32 tahun ini pun merasa cukup kesulitan ketika melakukan syuting sambil menggunakan CGI. Secara teknis, film ini paling ribet dibanding film ‘Habibie & Ainun’ (2012) dan ‘Rudy Habibie’ (2016).
“Agak repot memang. Jadi, ada body double, ada pemeran pengganti yang mukanya enggak diambil. Pakai mukanya, dikasih blue screen dan saya harus mengisi adegan itu, jadi itu double take. Gantian dan sesuai kebutuhan, baru saya isi dan ambil bagian muka di-cropping,” pungkas Reza Rahadian.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan