Kumparan Logo

3 Jenis Posisi Jatuh dan Dampaknya bagi Ibu Hamil

kumparanMOMverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Ibu Hamil Terjatuh (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ibu Hamil Terjatuh (Foto: Thinkstock)

Bertambahnya usia kehamilan membuat titik keseimbangan tubuh ibu hamil cenderung terganggu oleh beban tubuh yang semakin berat. Jika tidak hati-hati, ibu hamil berisiko terjatuh karena kehilangan keseimbangan. Jika hal tersebut terjadi, tentu bisa membahayakan Anda dan janin.

Tapi jangan panik dulu, Moms. Ada baiknya, Anda mengenal terlebih dahulu macam-macam posisi jatuh, karena tingkat keseriusan bahaya bergantung pada bagaimana posisi jatuhnya:

1. Jatuh Telentang

Jatuh dengan posisi telentang tidak menyebabkan janin berbenturan langsung dengan permukaan tanah, sehingga bisa dikatakan tidak terlalu berbahaya. Tetapi, stres atau syok yang Anda alami bisa memicu produksi hormon yang merangsang terjadinya kontraksi.

2. Posisi Terduduk

Waspadalah, bila Anda terjatuh dengan posisi terduduk pada trimester ketiga, Moms. Ada risiko kantung ketuban robek, sehingga memicu kelahiran lebih awal. Segera ke dokter atau bidan bila Anda mengalami rasa nyeri yang hebat, terutama di poros tulang belakang dan gerakan janin menghilang.

3. Posisi Tengkurap

Ini adalah posisi jatuh yang paling berbahaya, karena bisa mengenai janin Anda. Bila benturan tidak begitu keras, ada kemungkinan bayi tidak mendapatkan dampak yang besar. Tapi dalam beberapa kasus parah, jatuh dengan posisi ini bisa menyebabkan terlepasnya plasenta dari dinding rahim (solutio placenta) yang menyebabkan perdarahan pada ibu sampai terminasi (pengakhiran) kehamilan. Segera temui dokter atau bidan Anda jika hal tersebut terjadi.