Kumparan Logo

5 Hal yang Perlu Ibu Menyusui Pertimbangkan Sebelum Mengkonsumsi Obat

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu menyusui sakit dan butuh minum obat. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menyusui sakit dan butuh minum obat. Foto: Shutter Stock

Ibu menyusui juga manusia. Ada kalanya, daya tahan tubuh ibu menurun sehingga ibu terinfeksi bakteri atau virus dan jatuh sakit. Bila sudah begini, ibu mungkin perlu mengkonsumsi obat-obatan. Tapi aman kah ibu menyusui minum obat?

Dr. Eveline P.N. Sp.A menjelaskan pada laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan, umumnya hanya sekitar 1% dari dosis obat ibu yang akan sampai ke bayi melalui ASI.

Ya Moms, hanya terdapat sejumlah kecil obat yang benar-benar dilarang dikonsumsi selama menyusui. Obat-obat ini mungkin mempunyai pengaruh buruk pada bayi atau mempengaruhi produksi ASI.

kumparan post embed

Misalnya, parasetamol (asetaminofen) yang dilaporkan menyebabkan bercak kemerahan di tungkai atas dan di muka bayi menyusui, difenhidramin yang dilaporkan dapat menyebabkan bayi kolik dan mengantuk (1 dari 6 bayi), hingga pseudoefedrin yang dapat membuat produksi ASI menurun.

Karena itu, sebelum mengkonsumsi obat, sebaiknya ibu berkonsultasi ke dokter terlebih dulu. Apa saja?

Yang Perlu Ibu Menyusui Pertimbangkan Sebelum Konsumsi Obat

Yang Perlu Ibu Menyusui Pertimbangkan Sebelum Mengkonsumsi Obat Foto: Shutterstock

1. Konsumsi Herbal dan Jamu Tidak Dianjurkan

Menurut Dokter Spesialis Anak sekaligus Konsultan Menyusui, dr. Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, bila ibu menyusui hendak mengkonsumsi obat herbal atau minum jamu, pastikan lah produk tersebut sudah teruji aman dikonsumsi oleh ibu menyusui. Sebab, tidak semua jamu aman dikonsumsi ibu menyusui, sehingga dapat menimbulkan efek samping pada kualitas ASI.

kumparan post embed

2. Pertimbangkan Kebutuhan

Tanyakan pada diri sendiri: apakah ibu benar-benar memerlukan obat ? Seberapa efektif obat itu ? Dapatkah obat tersebut ditunda setelah selesai menyusui ? Apakah dosisnya tidak berlebihan ?

Bila memang betul-betul dibutuhkan, maka obat yang dipilih harus yang paling aman.

Ilustrasi posisi ibu sakit beristirahat Foto: Shutterstock

3. Upayakan Penanganan Tanpa Obat

Coba upayakan penanganan yang tidak menggunakan obat untuk meredakan gejala yang dialami. Misalnya dengan beristirahat lebih banyak, menggunakan kompres hangat daripada menggunakan obat antipiretik, menghindari alergen daripada menggunakan obat antihistamin hingga makan makanan yang mengandung banyak serat dan minum banyak daripada menggunakan obat laksatif.

kumparan post embed

4. Perhatikan Dosis Obat

Jika harus konsumsi obat, pilih dosis minimal yang masih efektif dan pilih cara pemberian obat lokal. Selain itu, minum lah obat segera setelah menyusui untuk mengurangi konsentrasi dalam air susu.

ilustrasi mencampur ASI perah Foto: Shutterstock

5. Beri Bayi ASI Perah

Bila ibu memang memerlukan obat-obatan yang mempunyai pengaruh kurang baik pada bayi, perah atau pompa lah ASI sebelum mulai mengkonsumsi obat-obatan tersebut.

ASI yang diperah sebelum ibu minum obat-obatan tersebut dapat diberikan kepada bayi selama ibu berhenti menyusuinya untuk sementara waktu.