5 Hal yang Perlu Ibu Menyusui Pertimbangkan Sebelum Mengkonsumsi Obat

Ibu menyusui juga manusia. Ada kalanya, daya tahan tubuh ibu menurun sehingga ibu terinfeksi bakteri atau virus dan jatuh sakit. Bila sudah begini, ibu mungkin perlu mengkonsumsi obat-obatan. Tapi aman kah ibu menyusui minum obat?
Dr. Eveline P.N. Sp.A menjelaskan pada laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan, umumnya hanya sekitar 1% dari dosis obat ibu yang akan sampai ke bayi melalui ASI.
Ya Moms, hanya terdapat sejumlah kecil obat yang benar-benar dilarang dikonsumsi selama menyusui. Obat-obat ini mungkin mempunyai pengaruh buruk pada bayi atau mempengaruhi produksi ASI.
Misalnya, parasetamol (asetaminofen) yang dilaporkan menyebabkan bercak kemerahan di tungkai atas dan di muka bayi menyusui, difenhidramin yang dilaporkan dapat menyebabkan bayi kolik dan mengantuk (1 dari 6 bayi), hingga pseudoefedrin yang dapat membuat produksi ASI menurun.
Karena itu, sebelum mengkonsumsi obat, sebaiknya ibu berkonsultasi ke dokter terlebih dulu. Apa saja?
Yang Perlu Ibu Menyusui Pertimbangkan Sebelum Konsumsi Obat
1. Konsumsi Herbal dan Jamu Tidak Dianjurkan
Menurut Dokter Spesialis Anak sekaligus Konsultan Menyusui, dr. Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, bila ibu menyusui hendak mengkonsumsi obat herbal atau minum jamu, pastikan lah produk tersebut sudah teruji aman dikonsumsi oleh ibu menyusui. Sebab, tidak semua jamu aman dikonsumsi ibu menyusui, sehingga dapat menimbulkan efek samping pada kualitas ASI.
2. Pertimbangkan Kebutuhan
Tanyakan pada diri sendiri: apakah ibu benar-benar memerlukan obat ? Seberapa efektif obat itu ? Dapatkah obat tersebut ditunda setelah selesai menyusui ? Apakah dosisnya tidak berlebihan ?
Bila memang betul-betul dibutuhkan, maka obat yang dipilih harus yang paling aman.
3. Upayakan Penanganan Tanpa Obat
Coba upayakan penanganan yang tidak menggunakan obat untuk meredakan gejala yang dialami. Misalnya dengan beristirahat lebih banyak, menggunakan kompres hangat daripada menggunakan obat antipiretik, menghindari alergen daripada menggunakan obat antihistamin hingga makan makanan yang mengandung banyak serat dan minum banyak daripada menggunakan obat laksatif.
4. Perhatikan Dosis Obat
Jika harus konsumsi obat, pilih dosis minimal yang masih efektif dan pilih cara pemberian obat lokal. Selain itu, minum lah obat segera setelah menyusui untuk mengurangi konsentrasi dalam air susu.
5. Beri Bayi ASI Perah
Bila ibu memang memerlukan obat-obatan yang mempunyai pengaruh kurang baik pada bayi, perah atau pompa lah ASI sebelum mulai mengkonsumsi obat-obatan tersebut.
ASI yang diperah sebelum ibu minum obat-obatan tersebut dapat diberikan kepada bayi selama ibu berhenti menyusuinya untuk sementara waktu.
