Amankah Tindakan Cuci Hidung saat Anak Pilek?

13 April 2019 15:02 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi orang tua melakukan tindakan cuci hidung saat anak pilek. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang tua melakukan tindakan cuci hidung saat anak pilek. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Mengetahui anak pilek, berarti ada lendir yang tengah mengganggu sistem pernapasannya. Si kecil pun tampak kesulitan bernapas, alhasil ia rewel seharian.
ADVERTISEMENT
Demi menolong anak dari kesusahannya itu, banyak dari orang tua berinisiatif untuk melakukan tindakan cuci hidung. Yaitu dengan cara memasukan cairan ke dalam hidung melalui alat semprot khusus, tujuannya demi mengeluarkan sumbatan lendir tersebut.
Lantas, amankah? Menurut dr. Dimas Dwi Saputro, Sp.A, seperti yang dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hal tersebut dinamakan tindakan irigasi nasal, dan aman dilakukan pada anak pilek, oleh orang tuanya sekalipun asal sesuai petunjuk dokter.
Sinusitis pada anak ditandai pilek dan demam. Foto: shutterstock
dr. Dimas menambahkan, awalnya tindakan ini direkomendasikan oleh dokter Telinga Hidung Tenggorok (THT) atau dokter anak ke pasien dengan keluhan hidung tersumbat, di antaranya selesma, rinosinusitis akut, rinitis alergi, dan rinosinusitis kronik.
Bukan sembarang cairan, melainkan cairan steril yang biasanya merupakan cairan infus, dengan alat penyemprot khusus atau alat suntik ke dalam salah satu lubang hidung. Lalu air bekas cucian akan mengalir dari lubang hidung yang berlawanan.
ADVERTISEMENT
Menurut jurnal kedokteran International Journal of Environmental Research and Public Health, cuci hidung bertujuan melunakkan dan mengalirkan lapisan lendir pada rongga hidung.
Ilustrasi pilek karena alergi pada anak. Foto: Shutter Stock
Selain itu, mediator penyebab reaksi alergi juga dapat terbuang, sehingga membuat gejala selesma berkurang. Juga, kandungan dalam cairan pembersih membantu perbaikan sel selama radang, menurunkan kekentalan dahak dan mengurangi kematian sel epitel.
Efek samping yang ditimbulkan yang dilakukan pada anak pilek nyaris tak ada, tapi tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Antara lain temperatur cairan pencuci, kebersihan cairan pencuci serta alat yang digunakan.
Untuk meminimalisir risiko kontaminasi kuman pada peralatan, maka rutinlah cuci setiap peralatan yang digunakan dengan sabun, mengganti peralatan yang digunakan seminggu sekali, dan menggunakan botol semprot sekali pakai.
ADVERTISEMENT
------------------------------------
Masih ada artikel-artikel seputar anak pilek yang kumparanMOM siapkan untuk Anda. Agar betul-betul paham, yuk baca habis semuanya!