Batas Asupan Gula untuk Ibu Hamil
ยทwaktu baca 2 menit

Ada beragam jenis makanan yang manis-manis yang bisa menggoda selera ibu hamil. Coklat kegemaran, cupcakes aneka rasa, donat, sampai es cendol yang segar misalnya. Semua memang enak! Tapi sebaiknya dibatasi bila sedang hamil, Moms. Asupan gula yang berlebihan, tidak baik untuk kehamilan Anda.
Lantas, berapa sebenarnya batas asupan gula untuk ibu hamil?
Asupan Gula dan Metabolisme Ibu Hamil
Mengutip Mom Junction, sebenarnya tidak ada jumlah standar untuk mengkonsumsi gula selama kehamilan. Asupan gula yang ideal saat hamil bergantung pada tingkat metabolisme, kadar gula darah dan berat badan Anda. Artinya, batasnya akan berbeda-beda untuk setiap orang.
Meski begitu, bukan berarti Anda bebas mengkonsumsi gula. Bila berlebih, dikhawatirkan Anda terkena diabetes gestasional atau diabetes tipe 2.
Penyakit tersebut bisa memicu timbulnya gangguan kehamilan, yaitu preeklamsia yang dapat membahayakan keselamatan ibu hamil dan janin.
Bahaya Konsumsi Gula Berlebih saat Hamil
Kelebihan gula selama hamil juga bisa menambah kalori kosong dan menghilangkan nutrisi yang Anda butuhkan selama kehamilan. Bahkan bisa memperberat gejala kehamilan seperti muntah, nyeri ulu hati, dan perubahan suasana hati.
Tak hanya berdampak pada ibu hamil, kelebihan gula juga bisa membuat janin bisa tumbuh dan lahir lebih besar karena gula yang ibu makan dapat melewati plasenta dan meningkatkan tingkat gula darah janin. Akibatnya, produksi insulin dalam tubuh bayi di dalam kandungan pun meningkat dan membuatnya tumbuh besar.
Tips Batasi Asupan Gula saat Hamil
Agar bisa mengendalikan asupan gula saat hamil, coba ikuti tips dari kumparanMOM berikut ini:
Hindari makanan yang banyak mengandung gula sesering yang Anda bisa.
Bila tetap ingin, cicipi sedikit saja. Anda bisa memesan porsi kecil atau berbagi dengan suami.
Bila ada dorongan untuk makan yang manis-manis, coba makan lebih banyak buah.
Waspada juga dengan sirup, soda, teh dan minuman kemasan yang mengandung banyak gula. Lebih baik pilih air putih, air kelapa atau jus buah tanpa tambahan gula.
Temui bidan atau dokter untuk memeriksakan kondisi kehamilan secara berkala. Bidan atau dokter juga dapat memberi saran akan batasan asupan gula harian sesuai dengan kondisi Anda maupun bayi di dalam kandungan.
