Bayi Tidak BAB Berhari-hari, Kenapa Ya?

24 November 2022 11:09
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi bayi menangis atau rewel karena belum BAB. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi menangis atau rewel karena belum BAB. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian orang tua dalam merawat bayi adalah kondisi tinjanya. Pasalnya, kondisi dan warna tinja, tekstur, hingga frekuensi buang air besar pada bayi sangat menentukan kesehatan si kecil, Moms.
ADVERTISEMENT
Meski diberikan ASI eksklusif, bayi bisa saja tidak buang air besar selama berhari-hari. Padahal, dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi baru lahir sampai usia dua bulan sering buang air besar, setidaknya bisa sampai 10 kali sehari. Hal ini disebabkan karena refleks gastrokolika pada bayi masih kuat.
Amati warna dan bentuk tinja atau pup bayi untuk mengetahui kondisi kesehatannya Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Amati warna dan bentuk tinja atau pup bayi untuk mengetahui kondisi kesehatannya Foto: Shutterstock
Refleks gastrokolika adalah salah satu refleks tubuh yang meningkatkan pergerakan usus besar yang timbul karena makanan dan minuman sehingga bayi segera buang air besar setelah menyusu. Tapi, jika si kecil tidak buang air besar berhari-hari, apa penyebabnya?

3 Alasan Bayi Tidak BAB Berhari-hari

1. Sembelit
Sembelit merupakan gangguan pencernaan yang cukup sering terjadi pada bayi. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan tidak buang air besar selama beberapa hari. Selain tidak buang air besar, gejala bayi mengalami sembelit adalah tinja yang dikeluarkan kering dan keras, serta rewel saat mengejan. Dalam beberapa kasus, bayi mungkin juga akan mengalami perut kembung dan buncit.
ADVERTISEMENT
Penyebab sembelit pada bayi bermacam-macam. Mulai dari karena peralihan ke susu formula, hingga gangguan pada saluran cerna.
Ilustrasi bayi menangis atau rewel karena sembelit. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi menangis atau rewel karena sembelit. Foto: Shutter Stock
2. Perubahan pola makan
Mom Junction melansir, perubahan pola makan bayi bisa mempengaruhi frekuensi buang air besar. Ya, bayi yang beralih dari ASI ke susu formula kemungkinan besar bisa mengalami sembelit selama beberapa hari karena proses transisi dan penyesuaian. Selain itu, seiring bertambahnya usia, bayi yang diberikan susu formula mungkin memerlukan perubahan dalam formula yang dikonsumsinya, Moms.
Penurunan produksi ASI ibu juga bisa berdampak pada saluran pencernaan bayi. Jika frekuensi buang air besar dan buang air kecil bayi kurang dari empat kali sehari, kemungkinan hal ini disebabkan karena jumlah menyusu yang berkurang.
3. Alergi dan intoleransi makanan
ADVERTISEMENT
Beberapa bayi mungkin tidak sering buang air besar karena alergi dan intoleransi makanan. Ya Moms, bayi baru lahir bisa alergi terhadap zat dalam susu formula sehingga berisiko mengalami masalah pencernaan, salah satunya sembelit. Dalam kasus ini, bayi juga cenderung menunjukkan pertumbuhan yang buruk karena kurangnya nutrisi dalam tubuh.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020