Beri Bayi Susu Formula, Lebih Baik dengan Botol Plastik atau Kaca?

Memberi bayi susu formula tidak boleh sembarangan. Sebab, pemberian susu formula untuk bayi sebaiknya disertai pertimbangan kondisi medis dan rekomendasi dari dokter. Begitu juga dalam memilih jenis susu formula yang tepat untuk bayi.
Setelah mengetahui susu formula terbaik yang sesuai untuk si kecil, orang tua juga perlu menentukan satu pilihan lagi. Yaitu soal botol susu yang akan digunakan.
Ya Moms, memilih botol susu atau botol dot untuk bayi bisa jadi tugas yang tidak mudah karena kini ada begitu banyak pilihan! Selain soal bentuk, ukuran, merek dan jenis dot, kita juga perlu memilih bahan yang tepat.
Pada artikel ini, kumparanMOM merangkum plus-minus atau kelebihan dan kekurangan dari botol plastik dan botol gelas untuk memberi bayi susu formula yang dijelaskan oleh Michelle Roth, BA, IBCLC pada laman Mom Loves Best.
Plus Minus Botol Plastik dan Kaca untuk Beri Bayi Susu Formula
Botol Susu Kaca
Kelebihan:
Tanpa bahan kimia
Botol kaca tidak mengandung bahan kimia berbahaya, jadi tidak perlu khawatir tentang bahan kimia yang mungkin larut ke dalam susu formula untuk bayi.
Lebih mudah dibersihkan
Botol kaca lebih mudah dibersihkan daripada plastik sebab kecil kemungkinannya untuk tergores. Biasanya goresan pada botol membuat sisa susu menempel dan menimbulkan bau akibat bakteri tumbuh di sana. Kita juga bisa melihat dengan jelas saat kaca bersih atau kotor dibandingkan dengan plastik.
Lebih tahan panas
Botol kaca lebih tahan suhu tinggi daripada botol gelas. Misalnya bila kita ingin mensterilkan botol dengan alat sterilisasi.
Rasa susu terjaga
Bahan kaca dapat menjaga kemurnian rasa cairan dibandingkan botol plastik.
Tahan lama
Botol kaca lebih tahan lama daripada plastik. Jika tidak pecah, botol kaca dapat disimpan atau bahkan awet digunakan hingga anak kedua dan seterusnya
Kekurangan:
Lebih mahal
Botol kaca cenderung lebih mahal, karena bahannya lebih mahal dan proses pembuatannya lebih memakan waktu.
Sulit didapat
Anda mungkin sulit menemukan botol kaca di mini market atau pasar dekat rumah. Biasanya botol susu dari bahan kaca hanya dijual di toko-toko bayi yang besar atau beli di toko online.
Lebih sedikit pilihan
Pilihan untuk botol kaca tidak sebanyak botol plastik.
Berat!
Botol kaca biasanya lebih berat. Soal ini terutama akan terasa bila Anda perlu membawa botol bepergian.
Bisa pecah
Kaca bisa pecah, itu jelas. Tapi kita juga perlu tahu, Moms, saat ini bahan kaca yang digunakan untuk botol susu sudah diperkuat. Beberapa jenis atau merek botol kaca bahkan tidak akan pecah bila jatuh ke lantai. Produsen botol biasanya juga menyediakan selongsong silikon yang dapat mengurangi kemungkinan pecah dan menahan kepingan kaca jika botol pecah. Ada juga botol yang diberi tambahan bahan supaya jika pecah, kacanya hancur menjadi kerikil bulat, bukan pecahan tajam.
Botol Bayi Plastik
Kelebihan:
Mudah didapat
Kita bisa dengan mudah menemukan botol plastik di minimarket dan toko-toko bayi kecil sekalipun.
Lebih murah
Botol plastik umumnya lebih murah daripada botol kaca, karena bahannya lebih murah dan lebih cepat dibuat.
Ringan
Botol yang ringan, memudahkan bayi untuk memegang botolnya sendiri saat sudah lebih besar. Botol ringan artinya juga mengurangi beban bawaan Anda saat bepergian.
Tidak akan pecah
Meski tidak tahan lama, botol plastik tidak bisa pecah.
Kekurangan
Lebih banyak bahan kimia
Meski hampir semua yang sekarang ada di pasaran bebas BPA, botol plastik masih mengandung bahan kimia lain yang perlu diwaspadai. Beberapa botol bahkan mengandung lebih banyak bahan kimia estrogenik dibandingkan dengan plastik dengan BPA.
Kita perlu paham, Moms, plastik (terutama saat dipanaskan) melepaskan bahan kimia estrogenik ini dan mereka masuk ke dalam tubuh melalui cairan yang bersentuhan dengan plastik. Bahan kimia ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, seperti penambahan berat badan dan bahkan kanker.
Lebih sulit dibersihkan
Plastik mudah tergores, sehingga menimbulkan ruang kecil bagi bakteri untuk berkembang dan menyulitkan pembersihan.
Soal sterilisasi
Kemampuan plastik menahan panas tidak sekuat gelas. Suhu yang terlalu tinggi bisa membuat plastik meleleh! Ini akan jadi masalah atau setidaknya isu tambahan saat kita ingin mensterilkan botol.
Menyerap bau
Botol plastik rentan menyerap bau dan hal ini bisa memengaruhi “rasa” susu formula yang diminum bayi.
Kurang awet
Botol plastik tidak seawet botol kaca karena lebih mungkin tergores, rusak dan pada akhirnya akan aus.
Nah Moms, setelah mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing, botol mana yang akan jadi pilihan Anda?
