Cerita Zaskia Adya Mecca Tentang Anaknya yang Sesak Napas karena Asap Sampah

Baru-baru ini selebriti sekaligus ibu 6 anak, Zaskia Adya Mecca, menceritakan tentang tetangganya yang kerap membakar sampah sembarangan dan berdampak buruk pada kesehatan anak-anaknya. Terutama anaknya yang memiliki riwayat asma jadi sesak napas.
Sebab asap hasil pembakaran sampah mengandung bahan kimia yang bisa menyebabkan masalah pernapasan pada manusia, termasuk anak-anak.
Zaskia mengaku kerap menegur tetangganya yang membakar sampah sembarangan. Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan udara dan mengurangi polusi.
“Iya, ku biasanya kalau ada tetangga bakar sampah suka ku protesin. Karena selain polusi lingkungan (asli buruk sekali efeknya) dan pas di rumah Jakarta kan mepet-mepet, bau ninggal di dalem rumah plus anakku yang asma batuk-batuk, sesak langsung,” tulis Zaskia dalam keterangannya.
Menurutnya, seharusnya orang-orang yang tinggal di lingkungan padat penduduk tak seharusnya membakar sampah sembarangan. Karena, tanpa disadari hal itu dapat merugikan para tetangganya, apalagi bagi yang mempunyai penyakit pernapasan seperti anaknya.
Kita juga perlu tahu bahwa sudah ada larangan pembakaran sampah sembarangan yang diatur di dalam undang-undang lho, Moms.
Larangan pembakaran sampah diatur di Pasal 29, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (UU Pengelolaan Sampah), yaitu setiap orang dilarang membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah. Di dalam aturan itu juga disebutkan, bagi pelaku pembakaran sampah terancam sanksi pidana, kurungan, ataupun denda.
Bahaya Asap Pembakaran Sampah untuk Kesehatan Anak
Selain itu juga terdapat berbagai zat kimia yang terkandung di dalam asap hasil bakaran sampah dan berisiko menyebabkan masalah kesehatan.
Dilansir Scientific American, sebanyak 40 persen sampah atau setara dengan 1,1 miliar ton sampah di dunia dibakar di area terbuka. Hal itu mengakibatkan berbagai zat kimia dari sampah memuai ke udara dan menyebabkan polusi udara.
Sementara itu, menurut US Environmental Protection Agency (EPA), asap pembakaran sampah menghasilkan berbagai zat beracun ke udara seperti nitrogen oksida, senyawa organik yang mudah menguap (VOCs), karbon monoksida, dan partikel polusi. Kemudian ada 2 zat utama hasil pembakaran sampah yakni karbon monoksida dan formaldehid (formalin) yang paling banyak memicu penyakit pernapasan.
Hal ini tentu saja sangat berisiko untuk kesehatan. Terutama bagi para penderita penyakit pernapasan seperti asma, pneumonia, faringitis, bronkitis dan lainnya, dapat memperburuk kondisi penyakit mereka. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk tidak membakar sampah sembarangan.
Sebagai gantinya, mungkin Anda bisa mengurangi jumlah sampah rumah tangga. Misalnya dengan membeli produk kemasan yang bisa didaur ulang dan diisi ulang, bukan produk sekali pakai.
Kemudian, sampah organik yang dihasilkan dari dapur juga bisa diolah menjadi pupuk kompos. Jika Anda sudah tidak mempunyai pilihan lain, sebaiknya buanglah sampah melalui petugas TPA agar sampah dapat diolah dengan cara yang benar.
Reporter: Hutri Dirga Harmonis
