Daftar 14 RS Rujukan untuk Pasien Gangguan Ginjal Akut Anak

Gangguan ginjal akut pada anak saat ini tengah menjadi sorotan usai menyerang 206 anak di 22 provinsi di Indonesia sejak Januari 2022. Dari jumlah tersebut, 99 anak di antaranya meninggal dunia.
Untuk menghadapi kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada anak berusia 0-18 tahun --yang mayoritas adalah balita--, Kemenkes juga telah mengeluarkan tatalaksana identifikasi dini dan rujukan khusus. Dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak, dijelaskan tentang alur pemeriksaan dan rujukan bila anak dicurigai mengalami gejala gangguan ginjal akut.
Dalam arahannya, pasien yang kemungkinan perlu segera mendapatkan perawatan adalah mereka yang mengalami gejala seperti diare dengan penyulit, sesak napas, penurunan kesadaran, kejang, hingga jumlah urine berkurang atau tidak ada sama sekali.
Anak yang menjadi suspek gangguan ginjal akut progresif kemudian segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan serangkaian pemeriksaan, seperti ureum, kreatinin, dan pemeriksaan penunjang lainnya, serta dilakukan observasi. Bila tidak dapat ditangani dalam waktu 1x24 jam, fasilitas pelayanan kesehatan harus melakukan rujukan ke RS rujukan dialisasi anak, yang telah memiliki fasilitas hemodialisis anak dan tersedia dokter spesialis ginjal anak.
Daftar Rumah Sakit Rujukan Pasien Gangguan Ginjal Akut pada Anak
Berikut adalah daftar rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan pasien gangguan ginjal untuk anak:
RS Cipto Mangunkusumo Jakarta
RSUD Soetomo Surabaya
RSUP Kariadi Semarang
RSUP Sardjito Yogyakarta
RSUP Prof Ngoerah Bali
RSUD Adam Malik Medan
RSUD Saiful Anwar Malang
RSUP Hasan Sadikin Bandung
RSAB Harapan Kita Jakarta
RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh
RSUP M Djamil Padang
RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar
RSUP M. Hoesin Palembang
RSUP Kandou Manado
Seluruh RS tersebut ditunjuk karena telah dilengkapi dengan fasilitas dialisis untuk anak-anak di bawah berat badan 30 kg. RS-RS tersebut juga dipastikan memiliki minimal fasilitas ruangan intensif seperti High Care Unit (HCU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).
Dari 206 kasus gangguan ginjal misterius yang menyerang anak-anak, sebanyak 65 persen di antaranya mendapat perawatan di RSCM. Kemenkes memang telah menunjuk RSCM sebagai salah satu rumah sakit rujukan bagi pasien yang mengalami gangguan ginjal akut misterius. RSCM juga menjadi tempat penelitian terkait penyebab penyakit itu.
Nah Moms, RSCM juga telah mengimpor obat penawar gagal ginjal akut untuk diberikan kepada para pasien guna menurunkan risiko kematian.
“Sebagai langkah awal menurunkan fatalitas, RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) sudah membeli penawar untuk diberikan kepada pasien yang sedang dirawat,” jelas Juru bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH.
