Kumparan Logo

Ibu dengan Kanker Payudara, Bolehkah Menyusui Bayi?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ibu menyusui - POTRAIT Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ibu menyusui - POTRAIT Foto: Shutterstock

Menyusui bisa menjadi salah satu faktor untuk mencegah kanker payudara pada wanita. Ya Moms, pengaruh hormon saat menyusui memang sudah terbukti bisa menekan risiko kanker payudara. Namun, bagaimana jika seorang ibu menderita kanker payudara. Apakah boleh menyusui bayinya?

kumparan post embed

Seperti yang kita tahu, ibu dengan kanker payudara harus menjalani berbagai proses penyembuhan, baik menggunakan obat hingga radiasi kemoterapi.

Banyaknya bahan kimia tersebut umumnya jadi kekhawatiran tersendiri. Nah Moms, yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini.

Ilustrasi Kanker Payudara. Foto: Shutterstock

Penjelasan soal Menyusui bagi Ibu dengan Kanker Payudara

Dilansir La Leche League International, organisasi non-pemerintah nirlaba yang memberikan edukasi soal menyusui, bayi yang menyusu dari ibu dengan kanker payudara tidak akan menyebabkan bayi tertular kanker.

Meski memang rasa ASI akan berubah karena adanya pertumbuhan jaringan ganas, namun tidak semua bayi menolak menyusu dari payudara yang terkena kanker. Lalu, bagaimana jika ibu harus melakukan berbagai pengobatan atau tindakan untuk menyembuhkan kanker payudara?

Beberapa tindakan dan pengobatan kanker payudara, ternyata ada yang tidak memengaruhi kualitas ASI dan tentunya masih boleh menyusui bayinya, Moms. Beberapa tindakan tersebut seperti imaging techniques untuk diagnosis patologi yaitu ultrasound, mammogram, MRI, PET, MIBI, EIT, CT Scan, CAT, termografi, dan diaphanography.

kumparan post embed

Semua tindakan tersebut bersifat non-invasif dan tidak mempengaruhi produksi atau keamanan ASI. Mungkin untuk ibu menyusui lebih sulit untuk menafsirkan hasil jaringan payudara karena peningkatan kepadatan akibat terisi ASI. Namun, tidak perlu menghentikan menyusui untuk menjalani prosedur ini.

Kemudian, jika memang ibu harus melakukan prosedur duktogram, di mana kateter dimasukkan ke dalam saluran laktasi melalui puting untuk menyuntikkan pewarna radioaktif yang dapat dideteksi pada X-Ray, hal itu juga tidak mempengaruhi produksi ASI atau keamanannya, karena tindakan tersebut tidak diserap ke dalam jaringan ibu atau bayi.

Tindakan-tindakan lain yang masih memperbolehkan penderita kanker payudara menyusui bayinya yakni aspirasi jarum. Tindakan tersebut dilakukan untuk menghilangkan isi kista dan galaktokel berisi cairan.

Namun sekali lagi, pastikan dulu dengan dokter yang merawat ya, Moms.

Ilustrasi perempuan periksa kanker payudara Foto: Shutterstock

Tindakan yang Menyebabkan Ibu dengan Kanker Payudara Tidak Boleh Menyusui

Jika ibu dengan kanker payudara harus melakukan biopsi, dokter mungkin akan menyarankan ibu untuk berhenti menyusui. Ini karena biopsi dapat merusak saluran laktasi atau saraf.

Meski ada beberapa tindakan biopsi yang aman bagi ibu menyusui, namun jika mendapatkan sayatan di sekitar areola maka dapat merusak respons saraf yang mempengaruhi pengeluaran ASI. Bekas luka atau infeksi dari biopsi juga dapat merusak jaringan penghasil ASI.

Penderita kanker payudara juga ada yang melakukan terapi diagnostik dengan tindakan isotop radioaktif, termasuk yodium radioaktif. Tindakan tersebut sangat tidak aman jika tetap menyusui bayi, karena senyawanya terakumulasi dalam ASI dan bisa membahayakan.

kumparan post embed

Terapi radiasi juga bisa merusak jaringan penghasil ASI dan kemungkinan besar akan menurunkan produksi ASI. Menyusui selama kemoterapi juga tidak diperbolehkan, karena obat yang digunakan untuk memberantas kanker sangat beracun dan bisa ditransfer ke dalam ASI, Moms.

Jadi, pastikan berkonsultasi dengan dokter yang menangani, ya.