Kumparan Logo

Jaga Kesehatan Bayi saat Banjir, Ini yang Perlu Orang Tua Waspadai

kumparanMOMverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jaga Kesehatan Bayi saat Banjir, Ini yang Perlu Orang Tua Waspadai Foto: Fakhri Hermansyah/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Jaga Kesehatan Bayi saat Banjir, Ini yang Perlu Orang Tua Waspadai Foto: Fakhri Hermansyah/Antara Foto

Beberapa titik di daerah Jakarta tengah terendam banjir akibat hujan deras yang terus mengguyur sejak Sabtu (20/2) dini hari. Akibatnya, beberapa warga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Ya Moms, sebanyak 85 RW yang terdiri dari 193 RT di Jakarta terendam banjir pagi ini. Dari banyaknya warga tersebut, ada juga bayi yang turut dievakuasi.

Sebagai orang tua, Anda tentu paham bahwa tubuh bayi masih sangat sensitif dan rentan terkena berbagai penyakit bila terpapar air yang kotor yang mengandung kuman. Sehingga, Anda harus waspada di saat banjir seperti sekarang.

kumparan post embed

Yang Perlu Orang Tua Waspadai Agar Bayi Tetap Sehat Selama Banjir

Jaga Kesehatan Bayi saat Banjir, Ini yang Perlu Orang Tua Waspadai Foto: Fakhri Hermansyah/Antara Foto

Banyak penyakit yang bisa menyerang bayi selama banjir melanda, salah satunya adalah hipotermia. Mengutip laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hipotermia adalah kondisi suhu tubuh yang kurang dari 36,5 derajat celsius dan disertai demam. Sementara suhu tubuh bayi yang normal adalah antara 36,5-37,5 derajat celsius. Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Yogi Prawira, SpA, tubuh bayi belum sempurna untuk menjaga suhu tubuh.

"Iya, ada risiko hipotermia pada bayi karena lapisan lemak bawah kulit yang lebih tipis, luasnya permukaan tubuh serta kemampuan menjaga suhu tubuh yang belum sempurna," ujar dokter anak yang praktik di Siloam Hospitals TB Simatupang beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, gejala awal hipotermia adalah menggigil, lemas, tangan dan kaki teraba dingin dan lembab, mual dan muntah hingga penurunan kesadaran bahkan bisa terjadi koma hingga kematian.

kumparan post embed

Selain itu, bayi juga dapat terserang diare akibat Anda kurang menjaga kebersihan saat membuat MPASI atau susu formula ketika banjir. Nah Moms, bila dalam kondisi banjir bayi terserang diare, hal pertama yang perlu Anda pastikan adalah si kecil tetap terhidrasi dengan baik.

Jadi, tetap susui bayi Anda. Menyusui membantu mencegah diare, sehingga bisa mempercepat proses pemulihan bayi. Jika si kecil menggunakan susu formula, buatlah dengan air bersih dan jangan berikan susu formula yang disimpan lebih dari 2 jam.

“Kalau enggak segera dihabiskan dan diminum lagi setelah dua jam, bisa timbul gejala keracunan makanan seperti mual atau muntah, mencret atau diare, nyeri perut dan sakit kepala, ” ujar dr. Yogi.

Anda juga harus mewaspadai leptospirosis pada bayi, penyakit ini dapat ditularkan melalui urine tikus yang mengandung kuman Leptospira. Kemudian, genangan air yang masuk ke area rumah mengakibatkan aliran air kencing tikus bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh manusia.

kumparan post embed

Mengutip laman Kesehatan Kementerian Kesehatan, ada pun ciri-ciri bayi yang terkena leptospirosis antara lain tubuhnya akan menggigil, mengalami batuk, diare, sakit kepala tiba-tiba, demam tinggi, nyeri otot, hilang nafsu makan, mata merah, dan iritasi.

Bila tanda-tanda tersebut tidak segera tertangani, si kecil berisiko mengalami demam kuning, detak jantung tak teratur, masalah paru-paru, peradangan selaput otak, mata merah, sampai gagal ginjal.

Yang Harus Dilakukan Agar Bayi Tetap Sehat saat Banjir

Jaga Kesehatan Bayi saat Banjir, Ini yang Perlu Orang Tua Waspadai Foto: Shutterstock

Ada beberapa hal yang harus dilakukan orang tua agar bayi tetap sehat saat banjir. Berikut penjelasannya:

  1. Berperilaku hidup bersih dan sehat, yaitu dengan cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

  2. Menyimpan makanan dan minuman dengan baik.

  3. Mencuci tangan dan kaki serta sebagian tubuh lainnya dengan sabun.

  4. Hindarkan bayi dari air banjir yang kotor.

  5. Tetap susui bayi agar tidak dehidrasi.

  6. Buat MPASI menggunakan air bersih.

  7. Membasmi tikus di rumah.

  8. Membersihkan bagian rumah yang terkena banjir dengan disinfektan.

kumparan post embed