Kumparan Logo

Kenapa Bayi Bangun Subuh?

kumparanMOMverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ternyata ada beragam alasan kenapa bayi bangun subuh, Moms! Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ternyata ada beragam alasan kenapa bayi bangun subuh, Moms! Foto: Shutterstock

Tatapan mata, senyuman dan suara bayi saat baru saja bangun dari tidur lelapnya bisa jadi salah satu hal yang paling menggemaskan di dunia ini. Tapi, orang tua khususnya ibu baru pasti tahu, bayi tidak selalu bikin gemas seperti itu.

Saat bayi bangun ketika langit masih gelap atau pagi buta misalnya. Bukannya bikin gemas, hal ini bisa jadi malah bikin ibu kepingin nangis! Huhuhu... kenapa bayi bangun subuh, sih?

Tenang Moms, kumparanMOM menemukan jawabannya

ilustrasi bayi bangun subuh Foto: Shutterstock

Menurut Erin Flynn-Evans, PhD, MPH, dari Divisi Sleep Medicine di Harvard Medical School dan Brigham and Women's Hospital, Amerika Serikat, bayi bangun subuh adalah satu hal yang wajar dan umum ditemui.

Dijelaskan oleh dokter ahli sains dan pola tidur bayi ini dalam laman Baby Sleep Science miliknya, kebiasaan bayi bangun subuh terkait dengan ritme sirkandian si kecil. Ritme sirkandian maksudnya sebuah ritme biologis dengan lama periode (dari puncak hingga kembali ke puncak) sekitar 24 jam. Ritme ini bisa juga disebut jam biologis atau irama kehidupan.

kumparan post embed

Mengutip tulisan Dr. Diponegoro pada laman Universitas Ahmad Dahlan, semua makhluk hidup memang mempunyai irama kehidupan yang sesuai dengan beredarnya waktu dalam siklus 24 jam. Irama yang seiring dengan rotasi bola dunia disebut sebagai irama sirkadian.

Pusat kontrol irama sirkadian terletak pada bagian ventral anterior hypothalamus. Bagian susunan syaraf pusat yang mengadakan kegiatan sinkronisasi terletak pada substansia ventrikula retikularis medula oblongata yang disebut sebagai pusat tidur.

Nah, kalau bayi Anda suka bangun subuh, artinya Anda perlu irama kehidupan atau ritme sirkadiannya. Sebab, tubuh si kecil memiliki sistem sendiri untuk mengontrol banyak peristiwa yang terjadi selama sehari termasuk waktu tidur dan waktu bangunnya.

Ilustrasi bayi tidur bersama ibu Foto: Shutterstock

Kita juga perlu paham, Moms. Selain soal ritme sirkadian, dorongan untuk tidur juga terkait dengan tekanan tidur homeostatis atau penumpukan kebutuhan tidur si kecil.

Jadi bila ingin mencegah bayi bangun subuh, pertama, cobalah mencari tahu pokok masalahnya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Apakah selain kerap bangun subuh si kecil juga sering terbangun di malam hari? Jika demikian, mungkin ada masalah asosiasi tidur pada bayi. Asosiasi tidur artinya adalah rutinitas yang dilakukan sehingga pikiran serta tubuh anak mengartikannya sebagai sinyal untuk bersiap tidur.

  • Apakah si kecil bangun karena suatu alasan? Misalnya karena ia haus dan lapar?

  • Atau bayi bangun subuh karena ia terlalu cepat tidur? Bila ya, coba ubah rutinitasnya!

kumparan post embed