Keputihan saat Hamil, Perlukah ke Dokter?

Hampir semua wanita mengalami keputihan saat hamil. Kondisi ini umumnya terjadi karena selama kehamilan leher rahim dan dinding vagina menjadi lebih lembut sehingga keputihan meningkat untuk membantu mencegah infeksi.
Menurut Pregnancy Birth Baby, keputihan saat hamil juga meningkat karena kadar hormon progesteron dapat membuat ibu memproduksi lebih banyak cairan. Sehingga, keputihan saat hamil merupakan hal yang normal, Moms.
Tetapi masalah keputihan saat hamil tetap perlu diawasi. Ibu hamil perlu memberi tahu kondisi ini pada dokter atau bidan terutama jika ada perubahan yang tidak normal. Seperti apa?
Pergi ke Dokter Jika Keputihan Tidak Normal saat Hamil
Keputihan yang normal dan sehat warnanya harus jernih dan putih, juga tidak berbau tajam. Menurut National Health Service, layanan kesehatan masyarakat di Britania Raya, ibu hamil harus menghubungi dokter jika bau keputihan tercium tidak enak atau aneh, keputihan berwarna hijau atau kuning, vagina terasa gatal atau sakit, dan terasa sakit saat buang air kecil.
Jika mendapatkan tanda-tanda tersebut, mungkin mengalami infeksi vagina seperti sariawan, yang dapat diobati dengan mudah oleh dokter, atau vaginosis bakterial. Jangan mencoba mengobatinya sendiri ya, selalu bicarakan dengan dokter atau bidan jika Anda merasa mengalami infeksi.
Sariawan pada vagina dapat dicegah dengan mengenakan pakaian dalam katun yang longgar, dan juga menghindari sabun atau produk mandi yang mengandung pewangi.
Kemudian, Anda harus memberi tahu bidan atau dokter jika jumlah cairan keputihan semakin banyak dari hari ke hari. Apalagi jika mengalami pendarahan di vagina, maka harus segera menghubungi dokter, karena bisa saja merupakan tanda serius seperti keguguran atau masalah dengan plasenta.
