Mengenal Koriokarsinoma, Kanker yang Mengancam Ibu Hamil

Kanker, siapa yang tidak takut dengan penyakit ganas yang satu ini. Apalagi, kanker ada berbagai jenisnya dan dapat menyerang siapa saja. Tua atau muda, laki-laki atau wanita, termasuk ibu hamil juga!
Ya Moms, ibu hamil perlu mewaspadai koriokarsinoma -bentuk kanker langka yang dapat menyerang selama kehamilan. Kanker ini tumbuh dari sel-sel plasenta dan biasanya dimulai di dalam rahim. Dari rahim, koriokarsinoma dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Koriokarsinoma, Kanker yang Serang Ibu Hamil
Dr. dr. I Nyoman Gede Budiana SpOG (K) melalui jurnal yang berjudul ‘Koriokarsinoma Pascaabortus’ menjelaskan, koriokarsinoma merupakan keganasan yang berasal dari tropoblas plasenta, bersifat sangat agresif dengan kemampuan yang tinggi menyebar secara hematogen.
Dokter Kandungan dan Ginekolog dari Rumah Sakit Umum Sanglah ini pun menjelaskan, di Eropa dan Amerika Serikat koriokarsinoma terjadi pada satu dari setiap 20.000 hingga 40.000 kehamilan. Sementara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, terjadi sekitar pada satu dari setiap 500 sampai 1.000 kehamilan. Perbedaan frekuensi ini mengasumsikan bahwa ada peranan dari kondisi sosial ekonomi atau faktor makanan.
Kita juga perlu tahu, biasanya koriokarsinoma menyerang ibu hamil yang usianya di atas 40 tahun, dan ibu hamil yang pernah mengalami hamil anggur, keguguran, aborsi, atau hamil di luar rahim, dan hanya 15 persen koriokarsinoma terjadi setelah kehamilan normal.
Gejala Koriokarsinoma
Dilansir What to Expect, gejala koriokarsinoma yang harus diwaspadai ibu hamil yaitu pendarahan vagina lanjutan setelah hamil anggur, keguguran, aborsi, atau hamil di luar rahim. Kemudian keluarnya jaringan abnormal, sakit perut, dan kadar hCG yang tidak kembali normal setelah kehamilan berakhir.
Bila koriokarsinoma telah menyebar ke bagian lain dari tubuh seperti paru-paru atau otak, gejala-gejala lain akan muncul seperti batuk, kesulitan bernapas, nyeri dada, sakit kepala, dan pusing.
Pengobatan Koriokarsinoma
Menurut dr. I Nyoman Gede Budiana, deteksi dini koriokarsinoma memegang peranan penting. Mengingat penyakit ini menyerang wanita pada usia reproduksi, jadi harus ditangani secara optimal agar fungsi reproduksinya tidak terganggu.
“Oleh karena itu perhatian perlu ditingkatkan terhadap perkembangan terjadinya koriokarsinoma sehingga dapat didiagnosis sedini mungkin untuk menghindari tindakan operasi terhadap organ reproduksi yang masih diperlukan,” tulis dr. I Nyoman Gede Budiana.
Mengutip WebMD, dokter akan memberikan skor atau stadium dari koriokarsinoma berdasarkan seberapa besar tumor yang ada, dan apakah telah menyebar ke bagian tubuh lain.
Jika tumor berisiko rendah, artinya ukurannya kecil dan belum menyebar. Pengidapnya akan diminta melakukan kemoterapi hingga tidak ada tanda-tanda kanker di tubuh berdasarkan kadar hCG.
Jika kanker diidap berisiko tinggi, maka akan memerlukan pembedahan, kemo, dan radiasi. Sehingga, jika Anda pernah mengalami kehamilan ektopik, keguguran, aborsi atau kehamilan mola, pastikan untuk menemui dokter ya, Moms.
Lakukan kunjungan rutin ke dokter dan pastikan Anda sudah benar-benar sembuh dari efek kehamilan sebelumnya. Langsung hubungi dokter jika mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas.
