Payudara Keluarkan Darah dan Cairan Putih Seperti Susu, Apakah Berbahaya?
ยทwaktu baca 3 menit

Keluarnya cairan dari puting payudara adalah ciri khas selama ibu hamil dan menyusui. Biasanya, ibu yang telah selesai menyusui masih mungkin mengeluarkan ASI-nya hingga dua hingga tiga tahun. Namun, apabila sudah melewati masa tersebut tapi masih keluar cairan dari puting seperti keputihan, apakah berbahaya?
Ya Moms, mungkin Anda heran mengapa puting masih mengeluarkan cairan dari puting seperti keputihan atau bahkan mengeluarkan darah. Namun, kondisi yang disebut juga breast and nipple discharge ini ternyata bisa mengindikasi masalah kesehatan, lho.
Payudara Keluar Cairan Tanpa Hamil atau Menyusui, Kok Bisa?
Mengutip WebMD, payudara mengeluarkan cairan keputihan atau bahkah berdarah bukanlah sesuatu yang umum terjadi. Tetapi pada kebanyakan kasus, kejadian ini tidak serius dan bisa diobati. Tanda-tanda kelainan lainnya termasuk keluarnya cairan dari salah satu puting payudara, atau cairannya keluar secara spontan tanpa Anda sentuh, rangsang, atau sesuatu yang mengiritasi.
Ada beberapa penyebab keputihan yang normal terjadi, seperti kehamilan, berhenti menyusui hingga adanya stimulasi puting ketika dirangsang atau diperah.
Sementara itu, kemungkinan penyebab keputihan yang tidak normal, seperti:
Payudara fibrokistik, yang dapat terlihat dari munculnya benjolan atau penebalan pada jaring payudara namun umumnya bukan menunjukkan kondisi kanker. Selain menyebabkan rasa sakit dan gatal, kondisi payudara fibrokistik terkadang mengeluarkan cairan puting berwarna bening, putih, kuning atau hijau.
Galaktorea, yaitu kondisi payudara wanita mengeluarkan ASI atau cairan seperti susu meski tidak sedang menyusui.
Infeksi, yakni keluarnya cairan dari puting susu yang mengandung nanah juga dapat mengindikasi Anda mengalami infeksi payudara. Kondisi ini dikenal juga sebagai mastitis yang biasa terjadi pada ibu menyusui. Jika sedang mengalami infeksi atau abses payudara, dada Anda mungkin akan terlihat kemerahan, sakit dan hangat saat dipegang.
Mammary duct ectasia, atau kondisi payudara mengalami peradangan dan kemungkinan menyumbat saluran di bawah puting. Jika Anda mengalami ini, ada kemungkinan infeksi berkembang dengan keluarnya cairan seperti ASI kental atau berwarna kehijauan dari puting.
Papiloma intraduktal atau tumor yang sifatnya jinak dan berasal dari tumor kecil pada saluran susu di payudara. Ini menjadi penyebab utama wanita mengalami keputihan tidak normal, dan Anda bisa mengeluarkan cairan dari puting susu yang mengandung darah dan teksturnya pun lengket.
Dilansir laman Mayo Clinic, apabila puting payudara mengeluarkan cairan putih seperti susu atau berdarah, dokter biasanya akan merekomendasikan Anda melakukan USG payudara dan mammogram diagnostik untuk mencari tahu penyebabnya. Anda juga mungkin memerlukan biopsi untuk mengecek apakah ada tanda-tanda tumor non-kanker (papiloma).
Apakah Berhubungan dengan Kanker Payudara?
Nah Moms, sebagian besar cairan yang keluar dari puting seperti keputihan normal terjadi dan disebabkan oleh kondisi medis yang tidak berbahaya.
Akan tetapi, pada beberapa kasus, keluarnya cairan pada payudara bisa merupakan gejala kanker payudara. Kemungkinan ini lebih besar terjadi apabila puting mengeluarkan cairan ditambah munculnya benjolan di payudara.
Salah satu bentuk kanker payudara yang dapat menyebabkan keputihan adalah karsinoma intraduktal. Kanker ini berkembang di dalam saluran payudara yang terletak di bawah puting. Tanda lain kanker payudara yang dapat mengeluarkan cairan adalah penyakit Paget. Kondisi ini merupakan bentuk kanker payudara langka yang berkembang di saluran payudara lalu meluas ke lingkaran kulit hitam atau areola di sekitar puting. Hal ini bisa menyebabkan puting mengeluarkan cairan dan darah.
