Kumparan Logo

Penyebab Penebalan Dinding Rahim yang Perlu Diwaspadai

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyebab Penebalan Dinding Rahim yang Perlu Diwaspadai Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Penyebab Penebalan Dinding Rahim yang Perlu Diwaspadai Foto: Shutter Stock

Penebalan dinding rahim atau bisa juga disebut hiperplasia endometrium, merupakan kondisi ketika endometrium wanita menebal. Kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan yang tidak biasa.

Ya Moms, kondisi ini sebenarnya tidak bersifat kanker, tetapi bisa menjadi tahap awal dari kanker rahim. Jadi sebaiknya jika ada penebalan dinding di rahim Anda, segera berkonsultasi dengan dokter untuk memantau perkembangannya.

kumparan post embed

Mengutip Healthline, ada dua jenis utama hiperplasia endometrium, pertama adalah hiperplasia endometrium tanpa atipia, jenis ini tidak melibatkan sel yang tidak biasa. Kemudian, hiperplasia endometrium atipikal, jenis ini ditandai dengan pertumbuhan berlebih dari sel-sel yang tidak biasa dan dianggap prakanker.

Lalu, apa sebenarnya penyebab penebalan dinding rahim ini? Cek penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Penyebab Penebalan Dinding Rahim

Ilustrasi Kanker Rahim. Foto: Getty Images

Wanita yang mengalami penebalan dinding rahim, biasanya menghasilkan terlalu banyak hormon estrogen dan tidak cukup memiliki hormon progesteron. Hormon wanita ini memainkan peran penting dalam menstruasi dan kehamilan, Moms.

Selama ovulasi, estrogen mengentalkan endometrium, sedangkan progesteron mempersiapkan rahim untuk kehamilan. Jika konsepsi tidak terjadi, kadar progesteron turun. Penurunan progesteron inilah yang memicu rahim untuk melepaskan lapisannya sebagai periode menstruasi.

kumparan post embed

Nah, wanita yang memiliki penebalan dinding rahim hanya menghasilkan sedikit progesteron. Akibatnya, rahim tidak bisa melepaskan lapisan endometrium. Sehingga, lapisan pun terus tumbuh dan menebal.

Mengutip Cleveland Clinic di Ohio, Amerika Serikat, biasanya penebalan dinding rahim terjadi pada wanita yang obesitas. Sebab, obesitas berkontribusi pada peningkatan kadar estrogen.

Jaringan adiposa, yakni penyimpanan lemak di perut dan tubuh, dapat mengubah hormon penghasil lemak menjadi estrogen. Inilah kenapa obesitas sangat berkontribusi pada peningkatan kadar estrogen dalam siklus menstruasi, sehingga meningkatkan risiko penebalan dinding rahim.

Ilustrasi rahim. Foto: Thinkstock

Selain wanita yang obesitas, berikut beberapa faktor yang bisa menyebabkan penebalan dinding rahim:

  • Perawatan kanker payudara tertentu

  • Diabetes

  • Menstruasi pada usia dini atau menopause terlambat

  • Riwayat keluarga dengan kanker ovarium, rahim, atau usus besar

  • Penyakit kandung empedu

  • Terapi hormon

  • Tidak pernah hamil

  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

  • Perokok

  • Penyakit tiroid

  • Riwayat haid yang tidak teratur atau tidak haid sama sekali

Gejala Penebalan DInding Rahim

Ilustrasi rahim. Foto: Shutter Stock

Wanita yang memiliki penebalan dinding rahim mungkin mengalami menstruasi yang tidak normal, seperti siklus menstruasi yang pendek, periode yang sangat lama atau tidak menstruasi. Kemudian pendarahan menstruasi yang berat dan pendarahan setelah menopause.

Namun, bukan berarti semua pendarahan yang tidak normal berarti Anda menderita penebalan dinding rahim, Moms. Jadi lebih baik langsung berkonsultasi dengan dokter, untuk memeriksa apakah benar ada penebalan dinding rahim atau tidak.

kumparan post embed