Penyebab Rahim Robek saat Hamil
·waktu baca 2 menit

Banyak ibu yang berhasil melewati kehamilan dengan sehat, namun tidak semua ibu hamil merasakan hal yang sama. Ya Moms, ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi selama kehamilan, beberapa di antaranya bahkan dapat menimbulkan risiko bagi ibu dan bayinya.
Salah satu komplikasi yang dapat dirasakan oleh ibu hamil adalah rahim robek. Rahim robek merupakan komplikasi kehamilan yang sebenarnya sangat jarang terjadi. Hanya saja, jika terjadi robekan yang parah pada semua lapisan dinding rahim dan membuat lubang pada rahim, bayi bisa saja keluar! Kondisi ini sangat berbahaya dan harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Lantas, apa sebenarnya penyebab rahim robek yang bisa saja dirasakan oleh ibu hamil?
Penjelasan soal Penyebab Rahim Robek saat Hamil
Rahim robek atau bisa juga disebut ruptur uteri, umumnya terjadi di lokasi bekas luka operasi caesar sebelumnya. Seperti dalam laporan yang dikutip dari National Center for Biotechnology Information, seorang ibu berusia 29 tahun ada yang mengalami rahim robek karena sudah dua kali melakukan operasi caesar.
Ibu tersebut mengeluh sakit perut dan mengalami pendarahan vagina selama 10 hari sebelumnya. Saat dicek di rumah sakit, ternyata ada robekan sepanjang sekitar 3 cm di lokasi bekas operasi caesar sebelumnya tanpa pendarahan aktif.
Bayi di dalam kandungannya yang berusia 13 minggu ditemukan meninggal di rongga perut akibat rahim sang ibu robek. Kemudian, dalam salah satu kasus yang dikutip dari Hindawi, seorang ibu mengalami rahim robek ketika usia kehamilannya menginjak tiga bulan. Saat diperiksa, penyebabnya ternyata karena kelainan bentuk rahim.
Rahimnya robek secara spontan, rasanya seperti nyeri perut yang membakar, sensasinya seperti ada yang ‘robek’ di dalam perut. Kemudian, diikuti oleh rasa sakit yang menyebar. Kejadian ini bisa membuat penurunan tekanan darah, peningkatan denyut jantung, pusing hingga sesak napas.
Karena kondisinya yang jarang terjadi, sebenarnya belum diketahui pasti penyebab rahim robek pada ibu hamil. Namun beberapa contoh di atas dapat menjadi gambaran bahwa kelainan bentuk rahim dan juga luka bekas operasi caesar dapat meningkatkan risiko rahim robek saat hamil.
Gejala Rahim Robek saat Hamil
Ada ragam gejala yang dirasakan ketika rahim robek pada ibu hamil, berikut beberapa hal yang perlu Anda waspadai, seperti dikutip dari Healthline:
Pendarahan vagina yang berlebihan
Nyeri tiba-tiba di antara kontraksi
Kontraksi yang menjadi lebih lambat atau kurang intens
Sakit atau nyeri perut yang tidak normal
Pengunduran kepala bayi ke jalan lahir
Ada yang menonjol di bawah tulang kemaluan
Nyeri tiba-tiba di lokasi bekas luka rahim sebelumnya
Hilangnya tonus otot rahim
Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, segeralah untuk pergi ke rumah sakit. Jangan menundanya, karena rahim robek merupakan gejala yang sangat serius. Ya Moms, kondisi ini dapat berbahaya bagi Anda dan juga bayi di dalam kandungan.
Meski begitu, beberapa ibu hamil bisa saja tidak merasakan gejala rahim robek. Mengutip Birth Injury Help Center, rahim robek yang terjadi di sepanjang jaringan parut bekas operasi caesar, gejala yang dirasakannya biasanya kurang intens, jika dibandingkan dengan robekan spontan tanpa jaringan parut.
