Apa yang Terjadi Jika Rahim Robek saat Hamil?
·waktu baca 2 menit

Semua ibu pastinya menginginkan kehamilan yang sehat tanpa mengalami masalah apa pun. Namun, masalah saat hamil memang bisa saja terjadi, salah satunya adalah rahim robek, Moms.
Rahim robek merupakan komplikasi kehamilan yang sebenarnya sangat jarang terjadi. Hanya saja, jika terjadi robekan yang parah pada semua lapisan dinding rahim dan membuat lubang pada rahim, bayi bisa saja keluar! Kondisi ini sangat berbahaya dan harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Rahim robek atau bisa juga disebut ruptur uteri, sering terjadi di lokasi bekas luka operasi caesar sebelumnya. Ruptur uteri paling sering terjadi selama persalinan, tetapi juga dapat terjadi lebih awal selama kehamilan. Lalu, apa yang terjadi jika rahim robek saat hamil?
Yang Terjadi Jika Rahim Robek saat Hamil
Jika ibu hamil mengalami rahim robek, rasanya akan seperti nyeri perut yang membakar, sensasinya seperti ada yang ‘robek’ di dalam perut. Kemudian, diikuti oleh rasa sakit yang menyebar. Anda juga mungkin bisa mengalami penurunan tekanan darah, peningkatan denyut jantung, pusing hingga sesak napas.
Namun beberapa ibu hamil, bisa saja tidak merasakan gejala rahim robek. Mengutip Birth Injury Help Center, rahim robek yang terjadi di sepanjang jaringan parut bekas operasi caesar, gejala yang dirasakan biasanya kurang intens, dibandingkan dengan robekan spontan tanpa jaringan parut.
Berikut adalah beragam gejala yang terjadi jika ibu hamil mengalami rahim robek seperti dikutip dari Healthline:
Pendarahan vagina yang berlebihan
Nyeri tiba-tiba di antara kontraksi
Kontraksi yang menjadi lebih lambat atau kurang intens
Sakit atau nyeri perut yang tidak normal
Pengunduran kepala bayi ke jalan lahir
Ada yang menonjol di bawah tulang kemaluan
Nyeri tiba-tiba di lokasi bekas luka rahim sebelumnya
Hilangnya tonus otot rahim
Kapan Rahim Robek Bisa Terjadi Selama Kehamilan?
Rahim robek paling sering terjadi di trimester tiga kehamilan. Namun, menurut sebuah laporan kasus yang dikutip dari Hindawi, ada kejadian di mana seorang ibu muda berusia 24 tahun mengalami rahim robek ketika usia kehamilannya baru tiga bulan.
Ibu tersebut mengalami rahim robek karena memiliki kelainan bentuk rahim. Sehingga, kelainan bentuk rahim juga bisa menjadi salah satu faktor rahim ibu hamil bisa robek secara spontan dan bahkan terjadi di trimester pertama kehamilan.
Sementara itu, dalam laporan yang dikutip dari National Center for Biotechnology Information, seorang ibu berusia 29 tahun juga ada yang mengalami rahim robek karena sudah dua kali melakukan operasi caesar.
Ibu tersebut mengeluh sakit perut sedang dan pendarahan vagina selama 10 hari sebelumnya. Saat dicek di rumah sakit, ternyata ada robekan sepanjang sekitar 3 cm di lokasi bekas operasi caesar sebelumnya tanpa pendarahan aktif.
Bayi di dalam kandungannya yang berusia 13 minggu ditemukan meninggal di rongga perut akibat rahim sang ibu robek. Jadi kesimpulannya, rahim robek bisa saja terjadi pada usia kehamilan berapa pun. Maka dari itu, jika Anda merasa mengalami gejala rahim robek seperti di atas, lebih baik langsung ke rumah sakit untuk meminta pertolongan dari dokter, Moms.
