Kumparan Logo

Penyebab Sesak Napas saat Hamil

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil Foto: Shutterstock

Sesak napas adalah kondisi yang banyak dialami dan dikeluhkan oleh ibu hamil. Bahkan American Pregnancy Association memperkirakan lebih dari setengah dari keseluruhan wanita hamil mengalaminya selama menjalani kehamilan.

Selain tidak nyaman, sesak napas selama kehamilan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari ibu. Meski begitu, sesak napas selama kehamilan ternyata merupakan hal yang normal. Umumnya, kondisi tersebut akan terasa pada saat kehamilan ibu sudah memasuki trimester kedua.

Penyebab Ibu Hamil Sesak Napas

Penyebab Sesak Napas saat Hamil Foto: Shutterstock

Mengutip buku What to Expect When You're Expecting yang ditulis Heidi Murkoff, sesak napas selama kehamilan adalah kondisi yang normal. Umumnya, kondisi tersebut disebabkan oleh hormon kehamilan dan akan terasa pada saat kehamilan ibu sudah memasuki trimester kedua.

Hormon kehamilan merangsang pusat pernapasan untuk meningkatkan frekuensi cepat atau lambat serta intensitas dalam atau dangkal napas ibu dibanding kondisi saat belum hamil. Itulah mengapa ibu lebih mudah terasa sesak napas saat hamil, walaupun sebenarnya hanya melakukan kegiatan yang tidak terlalu berat.

kumparan post embed

Hormon-hormon kehamilan itu juga memperlebar pembuluh kapiler yaitu pembuluh darah yang sangat kecil, termasuk pembuluh kapiler pada saluran pernapasan dan melemaskan otot-otot paru-paru serta batang tenggorokan, sehingga bernapas pun menjadi lebih sulit.

Selain itu kondisi rahim juga bisa membuat Anda lebih mudah sesak napas, seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Rahim yang membesar akan mendesak diafragma, sehingga rongga dada lebih sempit. Akibatnya, paru-paru sulit mengembang secara maksimal.

Ibu Sesak Napas dan Kondisi Bayi

Sesak napas yang dialami ibu saat hamil umumnya tidak berpengaruh pada bayi Foto: Shutterstock

Pada buku yang sudah diterbitkan di puluhan negara dan dikenal sebagai 'kitab' kehamilan ini juga dijelaskan bahwa sesak napas yang dialami oleh calon ibu biasanya tidak berpengaruh pada bayi. Sebab, bayi mendapat pasokan oksigen melalui plasenta.

Itulah kenapa, bila mengalaminya Anda tak perlu khawatir dengan kondisi bayi di dalam kandungan. Tetaplah tenang, dan ingat kalau bayi selalu mendapat pasokan oksigen yang cukup melalui plasenta.

Gejala Sesak Napas yang Tak Wajar saat Hamil

Gejala Sesak Napas yang tidak wajar dan harus diwaspadai saat Hamil Foto: Shutterstock

Tapi ibu hamil juga perlu tahu, ada beberapa kondisi sesak napas saat hamil yang perlu diwaspadai.

Ya Moms, waspada bila sesak napas menjadi parah atau datang tiba-tiba. Amati juga gejala-gejala berikut:

- Denyut nadi yang cepat

- Jantung berdebar (jantung Anda berdetak kencang dan kuat)

- Merasa pusing atau pingsan

- Sakit di bagian dada

- Kebiruan di sekitar bibir, jari tangan atau kaki

- Batuk yang tidak kunjung sembuh

- Batuk darah

- Demam atau kedinginan

- Memburuknya asma (bila Anda memiliki riwayat penyakit asma)

kumparan post embed

Bila selain rasa sesak Anda mengalami satu saja dari gejala yang disebutkan di atas, bisa saja ada penyakit yang memengaruhi pernapasan dan bisa menjadi lebih serius selama kehamilan. Maka temui lah bidan atau dokter kandungan Anda secepatnya.