Mom
·
19 November 2020 16:01

Porsi Susu Formula untuk Bayi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Porsi Susu Formula untuk Bayi (115468)
Porsi susu formula yang diberikan harus sesuai dengan berat badan bayi Foto: Shutterstock
Bila karena indikasi medis bayi tidak dapat memperoleh ASI, si kecil boleh diberi susu formula. Namun perlu jika bayi mengkonsumsi susu formula, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, menurut dr Yogi Prawira, SpA, dokter spesialis anak dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, pemberian susu formula untuk bayi tidak boleh sembarangan.
Tidak hanya jenis susu formula dan cara menyiapkannya harus tepat, porsi susu formula yang diberikan harus sesuai.

Porsi Sesuai Berat Badan Bayi

Porsi Susu Formula untuk Bayi (115469)
Panduan dari dokter spesialis anak tentang porsi Susu Formula untuk Bayi Foto: Shutterstock
dr Yogi menjelaskan lebih lanjut, porsi susu formula untuk setiap bayi bisa saja berbeda. Jadi tidak bisa dipukul rata meski usia bayi sama.
Mengapa begitu? Menurut dr Yogi, ini karena pemberian susu formula perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan si kecil, yang bisa dilihat dari berat badannya.
“Susu formula pada bayi diberikan sesuai kebutuhan, yang dihitung berdasarkan berat badan. Jadi bayi berusia sama, belum tentu kebutuhan hariannya sama, jika memang berat badannya berbeda," jelas dr Yogi saat dihubungi kumparanMOM.
ADVERTISEMENT

Porsi Susu Formula untuk Bayi yang Sudah MPASI

Porsi Susu Formula untuk Bayi (115470)
Porsi Susu Formula untuk Bayi yang Sudah MPASI Foto: Shutterstock
Bagaimana dengan bayi yang yang sudah mendapat makanan pendamping ASI (MPASI)? dr Yogi menjelaskan, porsinya juga akan berbeda dengan bayi yang belum mendapat MPASI. Kebutuhan susu formula untuk bayi yang sudah MPASI harus lebih sedikit.
"Begitu juga bayi yang sudah mulai mendapat MPASI untuk kebutuhan susu hariannya berbeda dengan bayi yang masih full minum susu, ” tambah dr Yogi.
Oleh karena itu, sebelum memberikan bayi susu formula, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.
Hal tersebut penting agar dokter dapat memberi rekomendasi porsi yang tepat dan kesalahan pemberian susu formula untuk bayi dapat dihindari.