kumparan
search-gray
Mom21 Mei 2018 9:47

Rekomendasi Aman Menidurkan Bayi

Konten Redaksi kumparan
Rekomendasi Aman Menidurkan Bayi (684220)
Hati-hati Tidur Bersama Bayi. (Foto: Thinkstock)
Tak bisa dianggap sepele, karena salah menidurkan bayi bisa berakibat fatal, Moms. Misalnya saja, risiko kematian mendadak bayi atau sudden infant death syndrome (SIDS) yang salah satunya bisa dipicu oleh salah posisi tidur. Untuk itu, Anda perlu tahu cara aman menidurkan bayi.
ADVERTISEMENT
Nah, apa saja?
American Academy of Pediatrics seperti dilansir Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengemukakan beberapa pokok rekomendasi aman menidurkan bayi berikut ini:
Perhatikan posisi tidur
Rekomendasi Aman Menidurkan Bayi (684221)
Ilustrasi Bayi Tidur. (Foto: Pixabay)
Sampai usia 12 bulan sebaiknya posisikan bayi tidur telentang. Sesekali bisa miring dengan pengawasan. Tidur telentang dipercaya tidak meningkatkan risiko bayi tersedak hingga SIDS.
Setelah melewati usia itu, bayi umumnya sudah bisa berguling dari posisi tengkurap menjadi telentang, sehingga bayi cukup aman jika tidur dengan tengkurap.
Alas tidur
Jangan gunakan alas tidur yang terlalu empuk. Bayi disarankan tidur menggunakan matras padat dengan dibungkus oleh pelapis berukuran pas.
Tempat tidur sendiri
Rekomendasi Aman Menidurkan Bayi (684222)
Ilustrasi Tidur Bersama Bayi. (Foto: Thinkstock)
Sediakan kasur yang memang diperuntukkan untuk bayi, tapi tetap satu ruangan dengan orang tua. Jika pun meletakkan bayi di ranjang dewasa, perhatikan kondisi kasurnya dan pastikan si kecil tetap dalam pengawasan agar tak terbekap.
ADVERTISEMENT
Jauhkan gangguan
Hindari pula menggunakan bantal atau guling sebagai alas tidur. Barang-barang lunak di bawah atau di samping bayi seperti boneka, kain, bantal sebaiknya juga Anda sisihkan jauh dari bayi.
Sprei yang terlalu longgar juga sebaiknya Anda ganti. Pilihlah sprei yang pas di ukuran tempat tidur bayi agar potensi bayi terbekap dapat dicegah.
Atur suhu
Rekomendasi Aman Menidurkan Bayi (684223)
Ilustrasi Bayi Tidur Nyenyak (Foto: Tara Raye/Unsplash)
Pastikan suhu ruangan bayi tidak terlalu panas. Selain kesediaan sirkulasi udara yang baik, pakaian yang nyaman dan menyerap keringat tidak boleh Anda abaikan.
Jika bayi tiba-tiba terbangun dan tampak gelisah karena berkeringat, segeralah ganti pakaian si kecil, kemudian turunkan suhu ruangan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white