Kumparan Logo

Tahap Perkembangan Bayi yang Perlu Dipahami saat Beri MPASI

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tahap perkembangan keterampilan makan bayi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Tahap perkembangan keterampilan makan bayi. Foto: Shutterstock

Bayi direkomendasikan mulai mengkonsumsi makanan pendamping ASI atau MPASI setelah lulus ASI eksklusif, yakni setelah usia 6 bulan. Namun usia ini bukan patokan kaku, Moms. Sebab kita perlu memperhatikan juga tahap perkembangan anak sesuai usianya.

Seperti apa maksudnya?

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membeberkan, selain usia, pemberian MPASI juga harus memperhatikan kesiapan bayi. Ada 3 hal mendasar yang dapat dijadikan patokan. Yaitu:

1. Saat anak dapat duduk dan menahan kepalanya sendiri.

2. Saat anak menunjukkan ketertarikan terhadap makanan dan mulai mencoba meraih makanan.

3. Saat anak menunjukkan tanda-tanda lapar dan tidak tenang walaupun ibu telah memberikan ASI secara rutin.

Ilustrasi Tahap perkembangan keterampilan makan bayi. Foto: Getyy Images

Untuk lebih jelasnya, IDAI membeberkan tahapan perkembangan keterampilan bayi dan metode pemberian MPASI yang tepat. Berikut selengkapnya:

Tahap Perkembangan Keterampilan Makan Bayi

Usia 0-6 bulan

Kebutuhan energi dan nutrisi bayi dapat terpenuhi seluruhnya dari ASI. Saat usia 4-6 bulan, bayi sudah menunjukkan respons membuka mulut ketika sendok didekatkan dan dapat memindahkan makanan dari sendok ke mulut.

kumparan post embed

Usia 6-9 bulan

  • Perkembangan Anak:

  1. Bayi dapat memindahkan makanan dari satu sisi mulut ke sisi lainnya.

  2. Gigi depan bayi mulai tumbuh.

  3. Bayi dapat menelan makanan dengan tekstur yang lebih kental

  • Tekstur MPASI

Puree (saring) dan mashed (lumat)

  • Frekuensi MPASI

2-3 kali makan besar dan 1-2 kali makan selingan

  • Banyaknya MPASI per Porsi

3 Sendok makan hingga setengah mangkuk ukuran 250 ml.

Tahap perkembangan keterampilan makan bayi. Foto: Shutterstock

Usia 9-12 bulan

  • Perkembangan Anak

  1. Dapat merapatkan bibir ketika disuapi untuk membersihkan sisa makanan di sendok.

  2. Bayi dapat menggigit makanan dengan tekstur lebih keras, sejalan dengan tumbuhnya gigi.

  • Tekstur MPASI

  1. Minced (cincang halus)

  2. Chopped (cincang kasar)

  3. Finger foods

  • Frekuensi MPASI

3-4 kali makan besar dan 1-2 kali makan selingan

  • Banyaknya MPASI per Porsi

Setengah mangkuk ukuran 250 ml

bayi makan brokoli kukus Foto: Shutterstock

Usia 12-23 bulan

  • Perkembangan Anak

  1. Dapat beradaptasi dengan segala macam tekstur makanan, namun belum dapat mengunyah secara sempurna.

  2. Mulai beradaptasi dengan segala menu makanan yang diberikan, termasuk makanan keluarga.

  • Tekstur MPASI

Makanan keluarga

  • Frekuensi MPASI

3-4 kali makan besar dan 1-2 kali makan selingan.

  • Banyaknya MPASI per Porsi

Tiga perempat hingga satu mangkuk penuh ukuran 250 ml.

Ilustrasi bayi diberi makan. Foto: Shutterstock

Selain itu, IDAI mengingatkan ada sejumlah hal yang harus diperhatikan dalam pemberian MPASI. Yakni:

  • Protein nabati dan hewani diberikan sejak usia 6 bulan.

  • Telur, daging, dan ikan diberikan dalam keadaan benar-benar matang.

  • Pemberian jus buah tidak disarankan untuk anak berusia di bawah 1 tahun.

  • Madu dapat diberikan setelah anak berusia 1 tahun.

kumparan post embed

Pisahkan talenan yang digunakan untuk memotong bahan mentah dan bahan matang.

  • Hindari pemberian makanan dengan kadar lemak tinggi, pemanis, dan penyedap rasa.

  • Minyak, mentega atau santan, dapat digunakan sebagai penambah kalori.

  • Perhatikan kebersihan tangan dan peralatan dalam mempersiapkan MPASI.

  • Pastikan kebersihan tangan anak sebelum memulai makan.

kumparan post embed