Kumparan Logo

Yang Harus Orang Tua Lakukan Jika Tidak Suka dengan Teman Anak

kumparanMOMverified-green

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi teman anak. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teman anak. Foto: Thinkstock

Sebagai orang tua, pasti ada rasa senang dan bangga saat mengetahui anak Anda bisa bergaul dengan teman sebayanya, baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Namun ada kalanya, Anda mungkin merasa tidak senang dengan perilaku salah satu teman si kecil.

Ya Moms, Anda ingin sekali melarangnya bergaul dengan temannya itu, karena takut akan membuat anak berperilaku buruk. Tapi satu sisi juga, Anda juga tidak ingin membuat anak sedih karena harus memutus pertemanannya. Lalu harus bagaimana?

Moms, jangan buru-buru membatasi pertemanannya. Sebab, hal tersebut bukanlah sesuatu yang bijak. Dilansir Psychology Today, Anda bisa menghadapinya dengan beberapa cara ini.

Ilustrasi teman anak. Foto: Shutter Stock

Lebih mengenal teman-temannya

Bila Anda merasa sejak ia berteman dengan salah satu temannya, perilaku anak berubah ke arah yang buruk--misalnya senang berbohong atau berkata kasar, jangan langsung memarahinya, Moms. Jika Anda langsung menuduhnya, mungkin si kecil akan merasa sedih dan akan menjauhi Anda.

Cobalah untuk lebih mengenal lebih jauh temannya ini dan temukan alasan mengapa si kecil sangat ingin berteman dengannya. Hal itu akan membantu Anda menemukan perspektif dari sisi anak. Anda juga harus ingat, bahwa anak-anak terus tumbuh dan berubah sehingga perilaku buruk tersebut tidak bertahan lama.

Ilustrasi Anak dan Teman-Temannya Foto: Shutterstock

Tetap ramah

Anda memang tidak perlu menyukai semua orang yang anak Anda pilih sebagai teman. Namun tetaplah ramah dengan temannya tersebut. Dengan begitu, Anda memiliki andil untuk mendukung anak membentuk keterampilan sosial yang baik. Keuntungan lainnya bila Anda ramah dengan teman-temannya, Anda lebih mudah untuk mengawasi perilaku temannya itu.

Jelaskan aturan Anda

Jika teman anak Anda sudah melampaui batas, mungkin ada baiknya menjelaskan aturan Anda. Sebab setiap keluarga memiliki cara yang berbeda dalam menerapkan aturan kepada anaknya. Jadi tak adil rasanya bila Anda memarahi anak orang lain karena gagal menghormati aturan Anda.

Anda bisa mengatakan, "Di keluarga kami, kami selalu melepas sepatu sebelum masuk rumah" atau "Sebelum mengambil makanan atau minuman dari kulkas, coba tanyakan dulu ya."

Ilustrasi orang tua tidak suka teman anak. Foto: Shutterstock

Diskusikan dengan anak

Tidak ada salahnya untuk menyampaikan perasaan Anda terhadap temannya itu. Namun sebisa mungkin jangan mengatakan hal yang negatif tentang teman anak Anda, Moms. Mulailah pembicaraan dengan menanyakan apa yang anak sukai dari temannya dan apakah temannya itu peduli dengan si kecil atau tidak.

Setelah itu, barulah Anda bisa mulai dengan pertanyaan yang lebih mendalam seperti tanyakan berapa kali si kecil bertengkar dengan temannya, dan apakah menurut anak, temannya adalah teman yang baik atau bukan. Biarkan si kecil berpikir sendiri mengenai hal itu, Moms.

Ilustrasi ibu dan anak berdiskusi. Foto: Thinkstock

Buka jalan pertemanan lainnya

Kadang anak berteman dengan teman yang itu-itu saja karena dia tidak memiliki kegiatan lain atau ruang lingkupnya hanya di situ saja. Cobalah tawarkan pada si kecil untuk mengikuti beberapa kelas atau komunitas anak. Selain bisa mendorongnya memiliki teman baru, keterampilannya pun akan semakin terasah.