Yang Membuat Janin Tidak Berkembang
ยทwaktu baca 3 menit

Setiap ibu hamil tentu berharap janin yang dikandungnya dapat tumbuh sehat dan berkembang dengan sempurna. Namun, beberapa janin bisa saja tidak berhasil berkembang karena satu dan lain hal.
Ya Moms, janin yang tidak berkembang biasanya disebut juga dengan pembatasan pertumbuhan janin atau fetal growth restriction (FGR), sebelumnya disebut pembatasan pertumbuhan intrauterin atau Intrauterine growth restriction (IUGR). Hal ini mengacu pada suatu kondisi di mana bayi yang belum lahir ukurannya lebih kecil dari yang seharusnya, karena tidak tumbuh normal di dalam rahim.
Selain itu, ada juga janin yang tidak berkembang sama sekali, bahkan bisa membuat ibu tidak sadar bahwa dirinya hamil. Kondisi ini disebut blighted ovum atau juga anembryonic, yakni tidak ada embrio pada kehamilan dan merupakan penyebab utama keguguran.
Lalu, apa sebenarnya penyebab kedua kondisi tersebut? Berikut pembahasan lengkapnya.
Beberapa Hal yang Membuat Janin Tidak Berkembang
Pembatasan Pertumbuhan Janin (FGR)
Mengutip American Family Physician, pembatasan pertumbuhan janin memiliki berbagai penyebab. Yang paling umum adalah masalah pada plasenta atau jaringan yang membawa makanan dan darah ke bayi. Cacat lahir dan juga kelainan genetik juga dapat menyebabkan FGR.
Kemudian, jika ibu memiliki infeksi, tekanan darah tinggi, merokok, minum alkohol, atau mengonsumsi narkoba, maka kondisi itu juga bisa meningkatkan terjadinya FGR. Sehingga ibu perlu lebih hati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan agar terhindar dari risiko pembatasan pertumbuhan janin.
FGR ini dapat menyebabkan efek samping pada bayi. Seperti kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah, kesulitan menangani tekanan persalinan normal, penurunan kadar oksigen, hingga gula darah rendah.
Kemudian bayi juga bisa mengalami resistensi rendah terhadap infeksi, skor Apgar-nya juga rendah, dan dapat mengalami masalah pernapasan seperti aspirasi mekonium. Beberapa bayi yang mengalami FGR juga bisa saja kesulitan mengontrol suhu tubuh dan jumlah sel darah merah yang dimilikinya akan sangat tinggi.
Dalam kasus yang paling parah, FGR dapat menyebabkan lahir mati. Ini juga dapat menyebabkan masalah pertumbuhan jangka panjang. Perlu dipahami bahwa Anda tidak selalu dapat mencegah FGR. Tetapi gaya hidup sehat akan sangat membantu menurunkan risikonya, Moms.
Blighted Ovum
Blighted ovum terjadi ketika implan telur dibuahi di dalam rahim tetapi tidak berkembang menjadi embrio. Ketika seseorang hamil, sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim. Pada sekitar lima sampai enam minggu kehamilan, embrio harus ada.
Sekitar waktu ini, kantung kehamilan lebarnya sekitar 18 milimeter. Bagi wanita dengan blighted ovum, kantung kehamilannya memang tetap terbentuk dan tumbuh, tetapi embrio tidak berkembang. Itu sebabnya blighted ovum disebut juga kehamilan anembrionik.
Penyebab blighted ovum ini sering kali disebabkan karena masalah kromosom, yakni struktur yang membawa gen. Biasanya berasal dari sperma atau sel telur yang berkualitas kurang baik. Kondisi ini juga bisa terjadi karena pembelahan sel yang tidak normal. Ya Moms, bagaimana pun, tubuh Anda menghentikan kehamilan karena mengenali kelainan ini.
Lantas bagaimana kita mengetahui adanya blighted ovum? Menurut WebMD, wanita dengan blighted ovum mungkin pernah mengalami tanda-tanda kehamilan. Misalnya, tes kehamilan positif atau terlambat haid, namun tanda ini dibarengi dengan kram perut, bercak darah pada vagina, dan pendarahan yang seperti menstruasi tapi lebih berat dari biasanya.
