Ahok: Kafir Mana Boleh Jadi Pejabat di Sini

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut, dirinya tak akan masuk dunia politik seusai menjabat Gubernur DKI Jakarta. Ahok memilih menjadi penceramah publik setelah jabatannya selesai pada bulan Oktober 2017 nanti.
Baca juga: Foto: Jemaah Aksi 55 Mengalir ke Istiqlal
Ahok menepis beragam prediksi soal kelanjutan karier politiknya seusai jadi pemimpin Jakarta. Banyak yang menyebut dia bakal masuk Kabinet Kerja.
Baca juga: Mengupas Ucapan Ahok Soal Orang Kafir Tidak Boleh Jadi Pejabat
"Enggak masuk partai politik, enggak jadi menteri, enggak jadi staff Presiden, semua enggak," kata Ahok di Balai Kota, Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (4/5).
Dengan tersenyum, Ahok mengatakan dirinya lebih memilih menjadi penceramah publik. "Saya sudah putuskan selesai ini saya akan jadi pembicara saja," kata Ahok. Menurutnya, menjadi penceramah tetap dapat melayani orang banyak.
Baca juga: Ancaman Pekerja dan Pilot Garuda Jika Posisi Direktur Operasi Dihapus
Ahok bahkan juga menyebut rencana lainnya setelah melepas masa jabatannya.
"Aku mau bikin Ahok Show dengan salah satu stasiun televisi, tapi revenue sharing, Jadi kalau mau terima iklan berapa bagi saya lah 20 atau 30 persen," kata Ahok.
Baca juga: Mendadak Serentak Garuda dan Merah Putih di Foto Profil Whatsapp
Seusai Pilkada DKI putaran kedua yang menunjukkan kekalahan Ahok-Djarot dari Anies-Sandi, beberapa isu mengenai kelanjutan karir politik Ahok bermunculan. Beredar isu yang menyebut Ahok digadang-gadang menjadi Menteri Dalam Negeri. Sebelumnya, Ahok diisukan menjadi ketua KPK.
Banyak juga spekulasi yang menyebut Ahok akan maju Pilpres 2019 bersama Jokowi. Namun dia membantanhnya.
"Mau jadi gubernur saja susah, mau jadi wapres. Kafir mana boleh jadi pejabat di sini," ujar Ahok.
Baca juga: Amien Rais Harap Tak Ada Sandiwara Hukum Dalam Sidang Ahok
