Alasan Singapura Tak Kirim Jemaah Haji 2021: Waktu Mepet dan Kasus Corona Tinggi
·waktu baca 3 menit

Singapura menjadi negara pertama di dunia yang memutuskan tidak mengirimkan jemaah haji 2021 ke Arab Saudi pada Juli nanti.
Sejumlah pertimbangan dikemukakan, mulai pandemi corona yang belum berakhir hingga persiapan haji 2021 yang tinggal sebulan.
Majelis Agama Islam Singapura (MUIS) mengumumkan keputusan itu pada Kamis (27/5/2021) setelah berkonsultasi dengan Komisi Fatwa maupun asosiasi travel haji-umrah setempat.
Sejumlah kondisi menjadi pertimbangan keputusan itu, salah satunya adalah pandemi COVID-19.
“Semakin banyak negara di dunia yang melaporkan gelombang baru infeksi dan beberapa bulan mendatang kemungkinan besar situasinya akan tetap menantang. Sementara banyak negara telah mulai memvaksinasi populasinya, tapi tingkat vaksinasi di banyak negara masih rendah,” ungkap MUIS di websitenya yang dikutip kumparan, Senin (31/5/2021).
Poin lainnya adalah pandemi membuat banyak negara melakukan pembatasan mobilitas.
“Banyak negara masih memberlakukan pembatasan perjalanan untuk mengendalikan penyebaran dan dampak COVID-19. Travel Advisory dari pemerintah untuk menunda perjalanan, kecuali untuk alasan esensial dan kemanusiaan tertentu, tetap berlaku,” bebernya.
Arab Saudi Belum Umumkan dan Kompleksitas Haji
Alasan lainnya, hingga 25 Mei 2021, Arab Saudi belum mengumumkan keputusan resmi tentang haji 2021. Belum jelas apakah ibadah haji akan dibuka untuk jemaah internasional, termasuk warga Singapura.
“Sekarang hanya ada sekitar satu bulan sebelum penerbangan haji Singapura dari waktu biasanya mulai berangkat ke Arab Saudi,” ujar MUIS.
MUIS menyatakan, haji adalah ibadah yang melibatkan operasi yang kompleks dan perencanaan yang memadai diperlukan untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan jemaah, termasuk mengumpulkan dan melatih tim medis untuk memberikan dukungan medis kepada para jemaah.
Selain itu, ada banyak keadaan tak terduga yang dapat terjadi selama periode yang belum pernah terjadi sebelumnya ini yang akan membahayakan kesehatan dan kesejahteraan para jemaah.
"Indikasinya adalah bahwa meskipun jika haji 2021 terbuka untuk jemaah haji internasional, jemaah haji akan dikenakan berbagai batasan dan ketentuan, termasuk usia, rencana perjalanan, vaksinasi, beberapa tes PCR, serta karantina di Arab Saudi dan Singapura," ungkap MUIS.
Pembatasan tambahan ini akan membutuhkan durasi perjalanan yang jauh lebih lama, dan juga menghasilkan harga paket haji yang jauh lebih tinggi dan mempengaruhi persiapan jemaah haji.
-MUIS
MUIS meyakini keandalan Arab Saudi mengendalikan pandemi termasuk mengambil tindakan yang tepat jika haji 2021 dilaksanakan. Namun, Singapura memiliki pertimbangan tersendiri untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan jemaahnya.
“Mengingat sifat virus COVID-19 yang terus berkembang, serta munculnya varian baru yang lebih menular, masih ada risiko bagi kesehatan dan keselamatan jemaah haji meskipun Arab Saudi telah melakukan langkah-langkah pengendalian yang baik," kata MUIS.
"MUIS juga mencatat bahwa akan ada banyak faktor lain di luar kendali Arab Saudi, terlepas dari upaya terbaik mereka untuk memastikan keselamatan jemaah haji jika haji dilanjutkan untuk jemaah internasional,” ungkapnya.
Kuota Haji Singapura
Kuota haji Singapura di masa sebelum pandemi sebanyak 900 orang. Bandingkan dengan Indonesia yang mencapai 230 ribu orang, delegasi terbanyak di dunia.
MUIS menyatakan, biaya jemaah haji Singapura yang gagal berangkat dua tahun berturut-turut (tahun 2020 dan 2021) akan dikembalikan.
“MUIS berharap keputusan ini akan membantu meredakan kecemasan para jemaah dan keluarga yang terkena dampak. Keputusan ini akan menghilangkan kekhawatiran jemaah haji Singapura atas ketidakpastian dan risiko keuangan yang terlibat dalam melakukan haji tahun ini," kata MUIS.
"Keputusan ini juga akan menjaga kesehatan dan kesejahteraan para peziarah Singapura dan masyarakat luas dari risiko penularan COVID-19,” pungkasnya.
****
Saksikan video menarik di bawah ini:
