Anies Bangun Kolaborasi Pendanaan Kreatif Agar Pembangunan Tak Melulu Pakai APBD

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan orasi ilmiah secara virtual dalam acara wisuda mahasiswa Politeknik STIA LAN Jakarta (28/11). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan orasi ilmiah secara virtual dalam acara wisuda mahasiswa Politeknik STIA LAN Jakarta (28/11). Foto: Dok. Istimewa

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengupayakan langkah pembangunan Jakarta yang lebih kreatif dan maju. Mengingat satu tahun terakhir pembangunan Jakarta terhenti akibat pandemi corona.

Ke depannya, Anies ingin mengajak kolaborasi dan kerja sama sejumlah pihak khususnya dalam pembiayaan pembangunan Jakarta.

"Membangun Jakarta ini memerlukan pendanaan yang harus kreatif ke depan tidak hanya bersumber dari anggaran pemerintah saja tetapi juga kita harus mulai mengeksplor sumber-sumber yang lain," kata Anies dalam Musrenbang virtual, Selasa (22/12).

Ilustrasi kota Jakarta. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Sehingga jika di masa depan APBD DKI mengalami kendala, pembangunan masih tetap berjalan. Untuk diketahui pembangunan Jakarta saat ini hampir seluruhnya bersumber dari APBD DKI.

"Jadi mekanismenya kolaborasi, melibatkan berbagai pihak dengan kreatif finansial yang harus kita eksplor sehingga kita bisa tetap melakukan seluruh rencana pembangunan walaupun pendanaannya tak selalu harus dari pemerintah karena adanya kontraksi di APBD kita," jelasnya.

Atas dasar itu Pemprov DKI membentuk JDCN atau Jakarta Development Collaboration Network. Program ini merupakan inisiatif Pemprov DKI dalam bentuk jejaring mitra pembangunan lokal dan internasional untuk merumuskan dan mewujudkan solusi pembangunan kota melalui model kolaborasi yang berkelanjutan.

Melalui JDCN diharapkan terciptanya sebuah forum kolaborasi dan platform digital kolaborasi yang dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat untuk ikut membangun Jakarta sebagai kota kolaborasi.

embed from external kumparan

"Karena itulah kemudian kita membentuk JDCN. Di sinilah kita coba jangkau sumber-sumber baru, metode-metode baru yang harapannya akan bisa ikut mendanai kegiatan-kegiatan pembangunan yang hari ini mayoritas atau kemarin sebelum krisis mayoritas selalu didanai lewat APBD," lanjutnya.

Selain kolaborasi, Anies juga ke depan akan fokus membentuk swasembada di Jakarta. Hal itu belajar dari pemenuhan kebutuhan selama pembatasan di Jakarta yang masih harus bersumber dari wilayah lain.

Begitu juga akan fokus membangun infrastuktur digital hingga integrasi data kependudukan.