BNPT: Tak Ada Tempat untuk Ideologi Lain Selain Pancasila, Termasuk Separatisme

20 Juni 2022 14:58
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3). Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan, Pancasila merupakan ideologi satu-satunya di Indonesia. Oleh sebab itu, BNPT menuturkan tidak ada celah bagi ideologi lain untuk masuk ke Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Tidak ada tempat ideologi lain selain ideologi Pancasila di negara ini termasuk ideologi separatisme," kata Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dalam jumpa pers di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (20/6).
Menurut Boy, Indonesia telah menjadi negara yang berdaulat sejak memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Namun, dia tak menampik masih banyak tantangan dalam mempertahankan kemerdekaan. Baik dari ancaman dalam negeri dan luar negeri.
"Kita menyadari dunia ini bukan kondisi yang vakum tetapi penuh dengan dinamika pengaruh pengaruh eksternal maupun internal terhadap upaya-upaya yang merongrong kedaulatan negara ini," ucap dia.
Eks Kapolda Papua itu mengatakan, dalam menjaga keutuhan NKRI, perlu upaya bersama dari seluruh warga Indonesia. Tidak bisa hanya dari penegakan hukum karena harus ada kesadaran berbangsa dan bernegara.
ADVERTISEMENT
"Kesadaran kehidupan berbangsa bernegara jadi ketahanan bangsa kita memang terus diuji jadi dalam upaya pertahanan nasional, kita maka nilai-nilai luhur bangsa itulah yang terus dapat kita lakukan," kata Boy.
"Oleh karena itu kita tentunya berharap narasi-narasi untuk melakukan penguatan nilai-nilai luhur bangsa kita ini menjadi sebuah kewajiban bersama jadi dengan semangat pentahelix," tutup dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020