Bocah Dibunuh untuk Dijual Ginjalnya, Polisi: Kenapa Anak-anak Bisa Setega Itu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
M. Fadli Sadewa, bocah Makassar yang dibunuh untuk diambil ginjalnya. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
M. Fadli Sadewa, bocah Makassar yang dibunuh untuk diambil ginjalnya. Foto: Dok. Istimewa

Polisi melakukan tes kejiwaan terhadap Adrian (17 tahun) dan Muh. Faisal (14), pelaku penculikan dan pembunuhan M. Fadli Sadewa (11) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kedua pelajar SMA kelas 3 dan 1 tersebut membunuh anak kelas 2 SD itu dengan maksud untuk mengambil ginjal dan menjualnya di internet.

kumparan post embed

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto, mengatakan kedua tersangka ini masih di bawah umur. Tetapi perbuatannya terbilang mengerikan. Sehingga, kejiwaan keduanya itu akan dilakukan pemeriksaan.

"Kami akan datangkan tim psikiater untuk periksa kejiwaan tersangka," kata Budhi, Rabu (11/1).

Pelaku Tak Nampak Menyesal

Adrian (17), salah satu pelaku pembunuhan M. Fadli Sadewa. Foto: Dok. Istimewa

Menurut Budhi, kedua pelaku tak nampak menyesali perbuatannya saat diinterogasi. Mereka terbilang cukup santai.

"Kita akan periksa semua. Karena, dipikir-pikir, kenapa setega itu padahal mereka ini masih anak-anak," ujar Budhi.

Dikatakannya, dalam peristiwa ini, petugas membagi tiga aspek. Mengingat, mereka anak di bawah umur. Selain psikologis juga aspek lain, adalah sosiologis dan yuridis.

"Kalau sosiologisnya, tersangka mengonsumsi konten negatif di internet. Sementara dari yuridis, mereka melakukan pembunuhan berencana," tandasnya.

kumparan post embed